15.6 C
New York

UNSP Bukukan Penjualan Rp 1,77 Triliun di Semester I 2021

Published:

Agrofarm.co.id-PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) di tengah Pandemi Covid-19 mampu beradaptasi dengan baik dan seperti pada laporan keuangan 30 Juni 2021 berhasil membukukan peningkatan penjualan 56% ke Rp 1,77 triliun.

Sementara itu, peningkatan laba kotor sebesar 306% ke Rp 469 miliar, peningkatan laba operasi 337% ke Rp 234 miliar, dan peningkatan EBITDA mencapai 4807% ke Rp 333 miliar di semesterI 2021 dibandingkan di semester I 2020.

“Perseroan terus bekerja keras meningkatkan produktivitas aset kebun, diantaranya dengan peremajaan menggunakan bibit unggul, ditengah peningkatan harga komoditas sawit CPO (Crude Palm Oil) dunia dari level rata-rata bulanan USD 640 per ton CIF Rotterdam di semester-1 2020 hingga ke rata-rata bulanan USD 1100 di semester-1 2021. Optimalisasi produktivitas pabrik, juga dilakukan dengan pembelian buah sawit dari petani yang tidak memiliki pabrik sekaligus membantu kesejahteraan mereka,” kata Direktur & Investor Relations UNSP, Andi W. Setianto dalam keterangan resminya, Jumat (01/10/2021).

Perseroan mengikuti protokol RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) dan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) yang menjunjung tinggi prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutan, diantaranya kebijakan zero-burning (tanpa membakar) dalam melakukan kegiatan perkebunan.

“Keberlanjutan di sawit mencakup banyak aspek people & planet seperti mensejahterakan petani sesuai Sustainable Development Goals no-poverty, zero-waste sesuai Circular Economy, dan no-deforestation reduksi emisi gas rumah kaca untuk Climate Change,” paparnya.

Bibit Unggul

Perseroan juga telah melakukan inovasi melalui pengembangan bibit unggul yang menghasilkan produksi buah sawit lebih banyak dengan luasan lahan kebun yang sama.

Saat ini produktivitas sawit nasional hanya sekitar 3 ton CPO per hektar per tahun, dimana dengan bibit unggul potensi produktivitas bisa meningkat setelah program peremajaan (replanting). Produktivitas bibit unggul Perseroan bisa menghasilkan 10 ton CPO per hektar per tahun, dengan produksi 40 ton buah sawit per hektar per tahun dan ekstraksi CPO nya 25%, sesuai hasil lapangan bibit unggul

Perseroan yang sudah disertifikasi. Dengan bibit unggul, luas lahan kebun tidak perlu bertambah, menghasilkan produksi CPO berlipat ganda yang meningkatkan lagi produksi biodiesel untuk ketahanan energi nasional.

Perseroan melihat bibit unggul dan program peremajaan sawit rakyat sebagai kunci kesejahteraan petani dan produktivitas sawit yang berkelanjutan.

Direktur Utama UNSP, Bayu Irianto menambahkan, strategi peningkatan produktivitas berkelanjutan yang sedang dilakukan akan lebih banyak lagi dirasakan dampak positifnya dalam jangka menengah dan panjang.

“Melanjuti fokus peningkatan produktivitas kebun dan pabrik, kami akan lanjutkan dengan langkah konkrit peningkatan produktivitas aset lainnya dan perbaikan struktur permodalan. Kami optimis, dalam jangka menengah dan panjang Perseroan akan kembali bangkit menemukan momentum yang terbaik menjadi salah satu perusahaan perkebunan yang memiliki fundamental bisnis yang kuat,” jelas dia. Bantolo

Related articles

Recent articles