21.2 C
New York

2021, Kementan Targetkan Produksi Jagung 22,5 Juta Ton

Published:

Agrofarm.co.id-Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan produksi jagung tahun 2021 bisa mencapai 22,5 juta ton. Produksi itu dihasilkan dari luas tanam 4,2 juta hektare (ha) dengan luas panen 4,1 juta ton dan produktivitas 5,4 ton per ha.

“Pada waktu tertentu jagung terbanyak diusahakan dan panennya di periode Januari sampai April. Sementara kebutuhan pakan ternak Januari hingga Desember,” ungkap Kepala Subdirektorat Mutu dan Standardisasi, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Muhammad Gazali pada acara Focus Group Discussion dengan tema Harga Jagung Melambung, Selasa (20/4/2021).

Dia mengakui bahwa pertumbuhan produksi jagung dipicu oleh oleh peningkatan luas panen, namun belum fokus pada peningkatan produktivitas. Padahal, menurutnya, itu sangat terbuka peluangnya untuk coba kita tingkatkan.

Gazali menngungkapkan, daerah penghasil jagung di Indonesia hanya terdapat di beberapa provinsi seperti Lampung, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Gorontalo dan Nusa Tenggara Barat. “Di luar daripada sentra ini bisa kita asumsikan di waktu-waktu tertentu mengalami kesulitan harga jagung tinggi,” jelas dia.

Untuk memenuhi kebutuhan industri pakan Kementan mengembangkan sentra produksi jagung baru di Indonesia. “Kita harus mengembangkan sentra-sentra produksi jagung baru yang diarahkan untuk membuat pergeseran antar wilayah dari produksi tersebut,” ungkap dia.

Gazali menyebutkan, sekitar 60 persen produksi jagung itu ada di Pulau Jawa dan selebihnya di luar Jawa. Produksi jagung terjadi sepanjang tahun, namun puncak panen terjadi pada periode Februari dan Maret dengan produksi kurang lebih 30 persen dari total produksi.

Sedangkan pada Januari-April itu produksi bekisar 45 persen. “Maka itu, manajemen stok untuk menjamin suplai jagung setiap tahun itu harus dilakukan,” jelas Gazali.

Menurut dia, dalam pengembangan sentra jagung baru pada wilayah satelit memang terkendala pada sarana penunjang infrastruktur. “Ini menjadi tantangan tersendiri karena bisa mempengaruhi kontinuitas produksi serta kualitas jagung yang dihasilkan,” ujar dia.

Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Makmun, mengatakan, perkiraan kebutuhan jagung untuk pakan pada tahun 2021 mencapai 10,76 juta ton. Itu terdiri dari industri pakan unggas sebesar 7,04 juta ton serta peternak unggas mandiri 3,71 juta ton.

“Kalau produksi bisa 22,5 juta ton, artinya untuk industri pakan seharusnya cukup, tidak ada masalah. Namun kalau penggunaan diluar untuk pakan lebih besar, berarti beda lagi,” kata Makmun. Bantolo

Related articles

Recent articles