Agrofarm.co.id-Pandemi global Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan kita setahun terakhir, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Kehadiran Covid-19 ini tidak hanya menjadi permasalahan di sisi kesehatan, namun juga di sisi sosial dan perekonomian masyarakat. Untuk menumbuhkan optimisme pemulihan ekonomi, Pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan dan stimulus yang telah didesain sesuai kebutuhan pelaku usaha. Di sisi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sektor industri, Kementerian Perindustrian juga berupaya memulihkan perekonomian dan meningkatkan daya saing industri nasional melalui program pendidikan dan pelatihan untuk mengembangkan tenaga kerja industri yang terampil dan kompeten.
Sesuai arahan Bapak Presiden,pembangunan nasional saat ini difokuskan pada pembangunan SDM yang berkualitas, untuk itu perlu dilakukan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih masif, kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara Pembukan Diklat 3 in 1 serentak di 7 Balai Diklat Industri (BDI) secara virtual, Rabu (24/03/2021).
Menteri Perindustrian menjelaskan, Era revolusi industri 4.0 yang saat ini tengah kita jalani menuntut SDM yang cepat beradaptasi dan mampu mengimplementasikan teknologi digital. Untuk itu diperlukan adanya pembekalan keterampilan dasar, peningkatan keterampilan (up-skilling)atau pembaruan keterampilan (re-skilling)bagi para tenaga kerja yang didasarkan pada kebutuhan dunia industri saat ini, paparnya.
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian menyelenggarakan Pelatihan 3 in 1 berbasis kompetensisebagai wujud nyata peran serta pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja industri kompeten sesuai kebutuhan industri, sekaligus upayauntuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kompetensi SDM agar siap bersaing.
Menperin memaparkan, penyelenggaraan diklat 3 in 1 juga sebagai salah satu langkah penanggulangan dampak Pandemi COVID 19 melalui penyerapan tenaga kerja dan pengurangan jumlah PHK di industri. Dengan tersedianya tenaga kerja industri kompeten diharapkan utilitas industri dapat kembali meningkat.
Selain itu, sahabat-sahabat kita para penyandang disabilitasjuga mendapatkan diklatsebagai calon tenaga kerja pada berbagai sektor industri di Indonesia. Hal ini menunjukkan negara hadir untuk seluruh elemen masyarakat dan Kementerian Perindustrian selalu mendorong industri yang ramah bagi penyandang disabilitas, jelasnya.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Arus Gunawan menjelaskan, Diklat 3 in 1 yangdibuka hari ini diselenggarakan secara serentak oleh 7 (tujuh) Balai Diklat Industri bagi peserta yang akan ditempatkan bekerja di berbagai sektor industri.Penyelenggaraan diklat3 in 1kali ini diikuti sebanyak 6.448orang peserta, yang berasal dari 16 provinsi dan 70kabupaten/kota. Diklat 3 in 1 pada kesempatan ini juga melibatkan 83 industri dan 32dinas kabupaten/kota, papar Arus.
Diklat-diklat 3 in 1 yang resmi dibuka hari ini meliputi:
- Diklat operator mesin dan peralatan produksi pabrik kelapa sawit, operator produksi olahan makanan dan operator material handlingdi BDI Medan, diikuti 950 orang,
- Diklat operator junior custom madewanita, pembuatan tenun datar dengan alat tenun, pembuatan hiasan busana dengan alat jahit tangan dan batik tulis di BDI Padang untuk 530 peserta,
- Diklat operator mesin industri garmen, operator tekstil, dan supervisor garmen di BDI Jakarta dengan peserta sebanyak 980 orang,
- Diklat operator jahit upperalas kaki, assemblingalas kaki, operator jahit karung jumbo plastik, operator loomingplastik, upskillingjahit karung jumbo, upskillingloomingplastik dan finishing furnituredi BDI Yogyakarta dengan 1.705 peserta,
- Diklat operator garmen, quality controlgarmen, telematika dan pengelasandi BDI Surabaya dengan peserta 1.075 orang,
- Diklat animasi, desain grafis, desain produk kreatif, barista dan digital marketing di BDI Denpasar, peserta sebanyak 558 orang,
- Diklat desain kemasanproduk pangan, aneka olahan ikan, aneka olahan cokelat, barista dan pengolahan ikan tuna segar di BDI Makassar denga peserta sebanyak 650 orang.
Pelaksanaan diklat3 in 1ini diharapkan dapat memberikan bekalpengetahuan, keterampilan dan sikap kerja calontenaga kerjayang akanbekerjadi industri maupun memulai wirausaha baru, menyiapkan tenaga kerja tersertifikasi yang kompeten dan memiliki daya saingserta untuk menanggulangi dan membantu masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19, ungkap Kepala BPSDMI Kemenperin.
Perusahaan industri yang menjadi lokasi pelatihan dipastikan telah memiliki Izin Operasional Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) sesuai dengan Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 7 tahun 2020 tentang izin operasional pabrik dalam masa kedaruratan kesehatan masyarakat Covid-19, serta persyaratan lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta selain wajib menerapkan protokol kesehatan baik pada saat pelatihan maupun diluar pelatihan. Kegiatan pelatihan juga dipantau secara terus menerus hingga berakhirnya masa pelatihan. irsa
