Agrofarm.co.id-Pemerintah menargetkan Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian di atas 3 persen pada tahun 2021. Hal ini didasari tahun lalu sektor pertanian, kehutanan dengan perikanan mampu tumbuh positif.
“Pertumbuan ini banyak terstimulus dari stimulus fiskal berupa bantuan sosial ekonomi serta mulai membaiknya kondisi ekonomi sejak triwulan III,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Musdhalifah Machmud pada acara Webinar dengan tema Prospek Agribisnis Indonesia 2021 di Jakarta, Rabu (10/3/2021).
Dia menambahkan, sub sektor tanaman pangan dan tanaman hortikultura memperlihatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibanding sektornya. Hal ini didorong oleh perbaikan produksi tanaman pangan dan tanaman hortikultura serta realisasi ekspor yang membaik pada tanaman hortikultura.
“Ternyata pada masa pandemi permintaan terhadap buah-buahan dan sayur-sayuran semakin tinggi. Ini menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi kita tumbuh positif,” jelas dia.
Untuk mencapai pertumbuhan yang diproyeksi dibutuhkan dorongan dari sisi produksi disertai dukungan sisi permintaan. Tahun 2021 proyeksi sektor pertanian, kehutnan dan perikanan berkisar 3,3 sampai 4,27 persen,” ujar dia.
Selain itu, kata dia, perbaikan harga komoditas tanaman perkebunan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sub sektor tanaman perkebunan, serta perbaikan sisi permintaan konsumsi produk hewani diharapkan memperbaiki pertumbuhan sub sektor peternakan.
“Harapan kita kelapa sawit menjadi penopang ekonomi kita tahun ini dan beberapa tahun terakhir. Sawit menjadi kontributor utama penghasil devisa dan diharapkan bisa tumbuh besar lagi dari tahun lalu,” ungkap Musdhalifah.
Dia menyebutkan, harga CPO tahun lalu sekitar USD 500 per ton, namun sekarag sudah diatas USD 1.000 per ton.
Tantanagan tahun ini diantaranya: anomali iklim karena perkiraan La Nina berkembang sejak akhir tahun 202 , puncak Janiari hingga Maret 2021 dan berakhir Mei 2021. Kemudian penerapan teknologi dimana 33 juta petani yang bisa menggunakan internaet baru 13 persen.
Dari total 27 juta rumah tangga usaha pertanian (RTUP) berusia dibawah 45 tahun sebanyak 9 juta dan diatas usia 45 tahun mencapai 18 juta petani.”Generasi milenial kurang tertarik pada pertanian,” tandas Musdhalifah. Bantolo
