Nestle dan Nescafe Gunakan Potensi Kopi Dukung Kehidupan Petani Kopi/ist

Nestle dan Nescafe Gunakan Potensi Kopi Dukung Kehidupan Petani Kopi

Agrofarm.co.id-Pandemi Covid-19 telah meningkatkan tantangan-tantangan yang dihadapi sektor kopi, dan menjadikan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas pedesaan dan mencapai rantai pasok kopi yang regenerative dan inklusif menjadi lebih penting. Setiap tahun, Nescafe mendukung sekitar 100.000 petani kopi dan membeli lebih dari 800.000 tons biji kopi, yang berasal dari lebih 20 negara.

Sebagai salah satu pembeli terbesar biji kopi dan salah satu merek terbesar Nestle, Nescafe meluncurkan Nescafe Plan pada 2010 yang menggabungkan semua komitmen Nestle di pertanian kopi, lini produksi dan konsumsi kopi dibawah satu payung dan menandai dimulainya strategi keberlanjutan yang lebih kuat dan meletakkan dasar kemitraan dan akuntabilitas yang lebih besar.

Di Indonesia, PT Nestle Indonesia mulai bermitra dengan para petani kopi di Tanggamus, Lampung sejak tahun 1994 dan menerapkan program Nescafe Plan pada 2010. Hal ini menghasilkan peningkatan hasil panen hingga 1.000 kilogram (kg) per hektar yang merupakan hasil di atas standar nasional sebesar 729 kg per hektar.

Nescafe Plan membantu meningkatkan pendapatan petani, mengurangi dampak lingkungan perkebunan kopi dan meningkatkan kesejahteraan komunitas. Setiap tahun, Grup Nestle membeli sekitar 50,000 ton biji kopi dari Lampung dengan nilai sekitar Rp 1,1 Triliun yang berkontribusi pada pembangunan ekonomi pedesaan.

Presiden Direktur PT Nestle Indonesia, Ganesan Ampalavanar menyampaikan, program Nescafe Plan telah mencapai kemajuan selama sepuluh tahun terakhir, dan hari ini Nestl berkomitmen untuk meningkatkan upaya keberlanjutan di pertanian kopi.

“Pada 2025, Nescafe bertujuan memakai 100% kopi yang diperoleh secara bertanggung jawab, yang dapat diidentifikasi sampai pada tingkat kelompok petani. Kopi akan diverifikasi atau disertifikasi oleh organisasi independen,” ungkap Ganesan dalam keterangan resminya, Jumat (22/1/2021).

Selama lebih dari 10 tahun di Indonesia, Nescafe Plan telah bekerjasama dengan berbagai mitra seperti GIZ, WWF, Rainforest Alliance, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia dan organisasi lainnya, dan kerjasama akan terus dilakukan guna mencapai tujuan, mengukur dampak tindakan dan melaporkan kemajuan yang dicapai secara transparan.

Sejalan dengan ambisi Nestle untuk mencapai emisi karbon net-zero pada 2050, Nestle Indonesia akan memperluas kegiatan keberlanjutan Nescafe untuk mengurangi dan menghilangkan emisi karbon di seluruh daerah pertanian kopi dan operasinya dan mengurangi dampak lingkungan dari kemasan Nescafe. Ini termasuk bekerjasama dengan para petani kopi di Lampung untuk menanam 1 juta pohon dalam 5 tahun kedepan.

Melanjutkan upaya Nescafe Plan, Nestle akan meluncurkan peta jalan keberlanjutan Nescafe yang baru dan yang diperluas sebelum akhir 2021. Target utama mencakup pengunaan 100% pasokan kopi yang bertanggung jawab pada 2025 dan membantu petani meningkatkan pendapatan.

Mendukung kegiatan-kegiatan yang meliputi meningkatkan efisiensi kebun kopi, memungkinkan petani untuk mengakses pasar, dan mempromosikan peningkatan pendapatan petani melalui diversifikasi tanaman tumpang sari. Program-program ini akan menuju kepada kondisi sosial yang lebih baik pada dan di sekitar perkebunan kopi, berfokus pada hak pekerja, perlindungan anak, pemberdayaan pemuda dan perempuan.

“Menangani tantangan-tantangan keberlanjutan ini sepertinya merupakan tugas yang sangat berat, namun kami percaya apabila semua pemain penting termasuk petani kopi dan organisasinya, pemerintah, pedagang kopi, pembuat kopi, dan konsumen bekerja sama, kita bersama dapat mencapai visi kita bersama yaitu sektor kopi yang berkelanjutan dan berkembang,” kata Ganesan. Bantolo