Agrofarm.co.id-Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Jambi fasilitasi sertifikasi ekspor 9.000 ton cangkang sawit tujuan Thailand. Komoditas ekspor dengan nilai ekonomi Rp 18 miliar tersebut dilepas melalui Pelabuhan Sungai Talang Duku, Jambi.
Menurut pelaksana harian, plh Kepala Karantina Pertanian Jambi, Syafriandi selain cangkang sawit ada juga ekspor pinang biji sebanyak 106 ton tujuan China dan Thailand dengan nilai 5,3 miliar. Pelepasan ekspor komoditas perkebunan asal Jambi ini menjadi bagian dari pelepasan ekspor raya pada Hari Perkebunan Nasional ke-63 Tahun 2020.
“Kami menjamin setiap komoditas yang diberangkatkan sebelumnya dipastikan sehat, aman, dan kami akan terus bantu fasilitasi dan permudah pelayanan ekspor komoditas pertanian Indonesia agar dapat memenuhi persyaratan negara tujuan,” ujar Syafriandi melalui keterangan tertulisnya, Senin (21/12/2020).
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menambahkan, Kementan terus mendorong untuk akselerasi ekspor sektor pertanian kebeberapa negara yang ada. Hal ini sesuai arahan Presiden RI, Joko Widodo untuk melakukan pemulihan ekonomi menjadi priorifas ditengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi diseluruh dunia.
Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian mengatakan bahwa dari rekaman sistem perkarantinaan pertanian IQFAST mencatat komoditas perkebunan yang laris di pasar dunia selain sawit dan produk turunannya adalah kelapa, kopi, karet, mede dan pinang biji.
“Selain itu rempah juga menunjukkan tren permintaan yang cukup tinggi, khususnya di saat musim pandemi ini,” ungkap Jamil.
Dari rilis data BPS sendiri, sektor pertanian mengalami pertumbuhan yang signifikan pada kuartal 1 tumbuh 2,19% dan kuartal 2 tumbuh 2,15% (Y o Y).
“Lebih dari 70% ekspor pertanian disumbang oleh sub sektor perkebunan. Kedepan, agar dapat lebih memberikan dampak dan nilai tambah hasil perkebunan ini kita olah dahulu, baru di ekspor,” kata Jamil. Bantolo
