21.2 C
New York

Januari-Oktober 2020, Nilai Ekspor Sektor Peternakan Tumbuh 25,87 Persen

Published:

Agrofarm.co.id-Kinerja ekonomi Subsektor Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) di tengah-tengah pandemi Covid-19 menunjukkan pertumbuhan yang positif, ini cukup mengembirakan. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pertanian RI (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat memberikan arahan pada Rapat Evaluasi Program/Kegiatan 2020 dan Persiapan Pelaksanaan Kegiatan 2021 lingkup Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan).

Laju pertumbuhan PDB Subsektor PKH sebesar 2,15 persen pada triwulan III tahun 2020 (q-to-q) banyak dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah pemotongan hewan pada Idul Kurban. NTP dan NTUP Peternakan juga tumbuh positif.

Pada bulan November 2020, NTP Peternakan mencapai 98,32 (tumbuh 0,58 persen dari NTP Peternakan bulan Oktober 2020 sebesar 97,75). Sedangkan, NTUP Peternakan mencapai 97,94 atau tumbuh 0,66 persen dari NTUP Peternakan bulan Oktober 2020 sebesar 97,30.

Adapun nilai ekspor Subsektor PKH secara kumulatif dari Januari hinga Oktober 2020 mencapai USD 737.291.000, tumbuh 25,87 persen dibandingkan tahun 2019 sekitar USD 585.758.503.

Mentan juga memberikan arahan kepada jajarannya agar memberikan perhatian khusus ke depannya terhadap peningkatan produksi daging sapi/kerbau, kebijakan perunggasan, dan penurunan impor susu.

“Saya kira perlu upaya-upaya perbaikan secara komprehensif, dari aspek hulu sampai hilir, sehingga ketahanan pangan yang bersumber dari protein hewani dapat tercapai, untuk itu tahun 2021 akan saya jadikan sebagai Tahun Peternakan dan Kesehatan Hewan, agar pembangunan PKH lebih progresif lagi,” tandasnya, Senin (21/12/2020).

Sementara itu, Nasrullah Direktur Jenderal PKH Kementan menyampaikan, meski capaian kinerja Subsektor PKH telah menunjukkan hasil yang positif, namun harus terus ditingkatkan ke depannya.

“Target ke depan yang harus kita selesaikan adalah masalah perunggasan, peningkatan produksi daging dan susu, sehingga kecukupan protein hewani asal ternak bisa kita penuhi dari dalam negeri dan yang terpenting adalah peningkatan kesejahteraan peternak kita,” ungkap Nasrullah.

“Hal ini tentunya tidak lepas dari peran Kementerian Pertanian bersama dengan Kementerian/Lembaga lainnya, pemerintah daerah serta stakeholder terkait yang harus saling bahu membahu untuk meningkatkan produksi, serta menjaga stabilitas harga untuk kesejahteraan peternak dan masyarakat,” kata dia. Bantolo

Related articles

Recent articles