Sarang burung walet atau emas putih/ist

Ekspor Sarang Burung Walet ke Australia Kembali Lancar

Agrofarm.co.id-Setelah sempat terhenti, ekspor sarang burung walet (SBW) asal Batam ke Australia kini lancar kembali. Setelah pejabat karantina pertanian memastikan 17,5 kilogram SBW dengan nilai ekonomi Rp 218,8 juta ini memenuhi persyaratan teknis diberangkatkan ke Australia dari Pelabuhan Sekupang melalui jasa ekspedisi.

“Ini adalah pengiriman keempat dengan total 72,5 kilogram setelah protokol ekspor SBW diperbaharui, alhamdulilah dapat masuk kembali ke Australia dan semoga semakin lancar kedepan,” kata Kepala Karantina Pertanian Batam, Joni Anwar melalui keterangan tertulisnya, Jumat (23/10/2020).

Menurut Joni, Australia adalah negara tujuan terbesar kedua SBW asal Indonesia setelah China. Dan pada pertengahan tahun 2019 negara ini mengetatkan persyaratan dan protokol impor SBW asal Indonesia.

Masih menurutnya, langkah cepat berupa harmonisasi peraturan melalui diplomasi pertanian dilakukan oleh Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Badan Karantina Pertanian (Barantan) dan ditindaklanjuti dengan bimbingan teknis bagi pelaku usaha SBW tujuan Australia agar dapat memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan.

Protokol Ekspor SBW ke Australia

Kepala Seksi Karantina Hewan Karantina Pertanian Batam, drh. Catrini Anawangsih menjelaskan, Australia memiliki beberapa persyaratan terkait impor SBW, yaitu mempersyaratkan pemanasan core temperatur minimum 100 C dengan nilai F0 2,8 (pemanasan steril komersial).

Alat pemanas yang digunakan eksportir harus telah divalidasi oleh lembaga terakreditasi dan diverifikasi. Pejabat Karantina Pertanian Batam. Persyaratan lainnya adalah kemasan harus dalam wadah kedap udara (hermetically sealed) serta tidak mengandung bovine (sapi)/ ovine (domba)/ caprine (kambing), ungkap dia.

Pemeriksaan sampel SBW ini untuk uji identifikasi spesies yang dilakukan oleh laboratorium terakreditasi dengan hasil negatif terhadap kandungan bovine, ovine dan caprine. Bantolo