Ekspor kelapa sawit/ist

Harga CPO Naik, Penjualan Dharma Satya Nusantara Tembus Rp4,38 Triliun

Agrofarm.co.id-PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mencatat nilai penjualan sebesar Rp 4,38 triliun, naik 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menyusul kenaikan harga rata-rata penjualan CPO.

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, segmen kelapa sawit membukukan nilai penjualan sebesar Rp 3,67 triliun naik 14% dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Kelapa sawit memberikan kontribusi sekitar 84% dari total penjualan Perseroan.

Direktur Utama Perseroan, Andrianto Oetomo, mengatakan harga rata-rata CPO Perseroan sampai sembilan bulan pertama tahun ini mencapai Rp 7,7 juta per ton, naik 22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 6,3 juta per ton.

“Karena rata-rata harga jual CPO yang relatif tinggi pada tahun 2020, terutama pada kuartal pertama dan ketiga tahun 2020, pencapaian pendapatan penjualan mengalami peningkatan hingga 10%, meskipun secara volume penjualan CPO kami turun sekitar 7% menjadi 433 ribu ton dibandingkan tahun lalu,” kata Andrianto dalam pernyataan resminya, Kamis (29/10/2020).

Total produksi Tandan Buah Segar (TBS) sepanjang 2020 hingga kuartal ketiga mengalami penurunan sekitar 10%, terutama karena rendahnya produksi TBS pada kuartal ketiga tahun 2020 akibat dampak El Nino yang terjadi pada tahun 2019 yang lalu. Hal yang sama juga dialami oleh perkebunan kelapa sawit di seluruh Indonesia, namun perkebunan di wilayah Kalimantan Timur mengalami penurunan terburuk.

Penurunan tajam produksi TBS pada kuartal ketiga yang mencapai lebih dari 20% dibandingkan kuartal kedua tahun yang sama tersebut berimbas pada penurunan volume produksi CPO kuartal ketiga 2020; meskipun secara kumulatif hingga September 2020, produksi CPO Perseroan masih mengalami kenaikan sebesar 6% menjadi 442 ribu ton dengan semakin membaiknya tingkat ekstraksi minyak sawit Perseroan serta bertambahnya jumlah TBS pihak ketiga yang diolah seiring mulai beroperasinya kapasitas tambahan pabrik kelapa sawit Perseroan sebesar 60 ton per jam secara penuh di tahun 2020 ini.

Sementara pada segmen produk kayu, nilai penjualan pada sembilan bulan pertama tahun ini turun sekitar 3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu karena penurunan volume penjualan maupun harga jual, baik untuk produk panel maupun engineered flooring, akibat dampak pandemi COVID-19 terhadap negara-negara tujuan ekspor seperti Jepang dan Amerika Serikat.

Dibandingkan pada kuartal III tahun lalu, penjualan panel turun 10% menjadi 64 ribu m3, dengan rata-rata harga penjualan rata-rata turun 2%. Sedangkan apabila dibandingkan dengan kuartal kedua tahun 2020, penurunan volume penjualan lebih tajam sebesar 26% akibat turunnya permintaan dari Jepang karena dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Jepang.

Sementara itu, Andrianto juga menjelaskan bahwa pada tahun 2020 ini Perseroan semakin berfokus pada pengembangan perkebunan yang berkelanjutan dengan memanfaatkan semua limbah pabrik kelapa sawit menjadi energi terbarukan, baik limbah cair maupun limbah padat. Pemanfaatan limbah cair menjadi energi terbarukan sudah dirintis melalui fasilitas Bio-CNG yang commissioning-nya dilakukan pada September 2020 lalu.

Sementara untuk pemanfaatan limbah padat, Perseroan juga bekerja sama dengan eREX Singapore Pte Ltd, yang merupakan anak perusahaan eREX Co LTd Jepang, untuk memasok cangkang kelapa sawit (Palm Kernel Shell) yang akan digunakan perusahaan Jepang tersebut untuk bahan baku Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa. Kerja sama tersebut memiliki arti strategis bagi Perseroan dalam penerapan praktik-praktik keberlanjutan melalui pemberdayagunaan limbah padat pabrik kelapa sawit agar dapat memberikan manfaat ekonomis maupun manfaat terhadap lingkungan. Bantolo