21.2 C
New York

200 Ekor Sapi Australia Mendarat di Indonesia

Published:

Agrofarm.co.id-Pejabat Karantina Pertanian Palangkaraya memeriksa 200 sapi pejantan produktif (Productive Bulls) asal Darwin, Australia di Pelabuhan Bumiharjo Kumai, Kalimantan Tengah. Kapal dengan nama Auroch ini memuat total 2000 ekor sapi dengan tujuan akhir Belawan.

Sebelum kapal bersandar, pejabat Karantina Pertanian Palangkaraya yaitu dokter hewan dan paramedik hewan karantina melakukan pemeriksaan di atas kapal. Pemeriksaan terdiri atas pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik hewan jelas Tri Utami, dokter hewan karantina yang melakukan pemeriksaan.

“Kami harus memastikan kesesuaian, kebenaran dan keabsahan dokumen dari negara asal dan dokumen persyaratan lainnya,” terang dokter hewan yang sering disapa Uut dalam keterangan resminya, Senin (19/10/2020)..

“Pemeriksaan fisik dilakukan dengan turun langsung ke dalam kandang kapal dan pemeriksaan skrining kesehatan hewan ternak,” lanjut Uut.

Uut juga menjelaskan setelah memastikan dokumen lengkap dan hewan tidak menunjukkan gejala klinis Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) kapal diperbolehkan bersandar. Petugas menerbitkan KH5 (Persetujuan bongkar) dan KH7 (Perintah masuk IKH). Muatan sapi selanjutnya dibongkar muat dan dipindahkan kedalam truk untuk dibawa ke Instalasi Karantina Hewan. Petugas Karantina mengawasi jalannya bongkar dan masuk IKH.

“Sapi yang telah tiba di IKH berada dalam masa karantina untuk dilakukan pengasingan dan pengamatan. Dalam masa ini pula akan dilakukan pengambilan sampel darah untuk pengujian Laboratorium terhadap penyakit Brucellosis dengan metode RBT, pengujian Bovine Viral Dhiarrea (BVD), Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR) dan Paratuberkulosis (Johne’s Disease),” kata Uut

SobatQ, semua tindakan dilakukan untuk memastikan sapi yang didatangkan dari Australia ini bebas dari penyakit dan layak untuk dibebaskan. Puspa

Related articles

Recent articles