DOC Ayam Broiler/ist

Stabilisasi Harga Ayam, Kementan Terbitkan Surat Edaran

Agrofarm.co.id-Guna menjaga stabilisasi suplai dan harga livebird (ayam hidup) di tingkat peternak, Kementerian Pertanian (Kementan) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Dirjen PKH Nomor 09246T/SE/PK/230./F/08/2020 Tentang Pengurangan DOC FS Melalui Cutting HE Umur 18 Hari, Penyesuaian Setting HE dan Afkir Dini PS Tahun 2020.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH Kementan) Nasrullah mengungkapkan, penerbitan SE ini efektif dalam upaya pemerintah menjaga stabilisasi suplai dan harga livebird. Oleh karena itu, dalam SE ini terdapat aturan mengenai pengawasan baik dari institusi terkait maupun pengawasan lintas institusi atau cross monitoring.

“Pada saatnya nanti, hasil akan kami rekapitulasi berdasarkan target-target dan tahapan serta penjadwalan yang sudah kita sepakati. Namun juga kita memperhatikan nanti kalau ada sesuatu yang di luar perhitungan kita,” katanya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (24/9/2020).

Ia menambahkan, untuk meningkatkan efektivitas, laporan hasil pengawasan harus ditandatangani oleh tim yang telah diatur Kementan termasuk pengawas dari lintas institusi. Apabila laporannya tidak mencantumkan tanda tangan pengawas lintas institusi, maka laporan pengawasannya dinyatakan tidak sah.

“Tentunya yang ditandatangani itu yang kami akui. Ini sebagai bentuk tanggung jawab yang diberikan kepada khususnya cross monitoring,” jelasnya.

Nasrullah mengakui, kebijakan ini diambil lantaran kondisi pasar yang mengalami penurunan permintaan serta anjloknya harga jual di pasaran. Sehingga, perlu dilakukan pengendalian suplai melalui cutting hatching egg (HE) umur 18 hari dan pengurangan jumlah setting HE di mesin setter yang akan mengurangi suplai Day old chicken Final Stock (DOC FS).

Kepala Satgas Pangan Mabes Polri Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Kementan menerbitkan kebijakan stabilisasi suplai dan harga livebird ayam di tingkat peternak.Hanya saja pihaknya tidak akan gegabah mengambil tindakan penegakan hukum yang justru akan kontraproduktif yang akan merugikan perekonomian nasional.

Daniel menambahkan apabila merujuk data yang diolah dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) rerata harga daging ayam sebesar Rp 30.775 per ekor. Sementara harga ayam di Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai Rp 40.650 per kg.Adapun harga terendah Rp 20.900 per kg (kg).

Direktur Pusat Kajian Pataka Yeka Hendra Fatika mengungkapkan bahwa ketidakefektifan kebijakan pengurangan pasokan oleh Kementan disebabkan oleh masih lemahnya pengawasan oleh pemerintah dan instansi terkait. “Sehingga diperlukan penyusunan mekanisme optimalisasi pengawasan pengurangan pasokan livebird,” kata dia.

Dia menegaskan, apapun yang sdh menjadi keputusan pemerintah, semua pelaku usaha wajib mentaatinya tanpa terkecuali. “Bagi pelaku usaha yang belum mencapai target realisasi pengurangan pasokan sesuai SE Dirjen PKH Nomor 18029 Tahun 2020, Satgas Pangan Mabes Polri akan melakukan upaya jemput bola dalam mengawal SE tersebut,” tambahnya.

Yeka mengatakan, pemerintah didorong untuk melakukan transparansi atas setiap progres atau berita acara yang dilakukan oleh pelaku usaha dalam menjalankan pengurangan pasokan sesuai dengan kebijakan pemerintah. “Diperlukan afirmative action melibatkan semua pelaku usaha dr hulu hingga hilir untuk menolong peternak mandiri,” ujar dia. Bantolo