21.2 C
New York

PT Mentaya Sawit Mas Konservasi Burung Pemangsa di Kalimantan

Published:

Agrofarm.co.id-PT Mentaya Sawit Mas (PT MSM), Wilmar Group melakukan sejumlah upaya konservasi burung pemangsa (raptor) di kawasan high conservation value (HCV/ konservasi bernilai tinggi) yang berada di area perkebunan tersebut. Kawasan perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Kalimantan Tengah tersebut saat ini menjadi rumah bagi 16 spesies burung pemangsa atau 55 persen dari total jumlah spesies tersebut di Pulau Kalimantan (termasuk Brunei Darussalam dan Malaysia).

Senior Assistant Conservation Indonesia Wilmar International Surya Purnama mengatakan, area konservasi seluas sekitar 4.000 hektare (ha) tersebut telah diidentifikasi melalui penilaian area bernilai konservasi tinggi (NKT) yang dilakukan sebelum pembukaan kebun. Termasuk melalui konsultasi publik. Dari hasil penilain para ahli, perusahaan memperoleh rekomendasi untuk melakukan konservasi pada area-area yang diidentifkasi. Para ahli juga memberikan rekomendasi untuk pengelolaan dan monitoring.

“Penilaian area-area NKT terdiri dari area-area yang mempunyai nilai, seperti fungsi habitat, fungsi jasa ekosistem, ekosistem unik/langka, hingga area dengan fungsi sosial budaya masyarakat setempat,” kata Surya melalui keterangan resmi, Rabu (02/9/2020).

Dia menjelaskan, burung pemangsa umum ditemukan di perkebunan kelapa sawit karena banyak tersedia mangsa, seperti tikus dan ular, yang merupakan mangsa bagi Elang tikus (Elanus Caeruleus) dan Elang-ular Bido (Spilornis Cheela). Dalam catatan tim konservasi, pernah dijumpai 14 ekor Elang Tikus dalam satu lokasi. “Ini merupakan salah satu rekor, karena biasanya Elang Tikus hanya berkumpul antara 4 6 ekor dalam satu tempat,” tutur dia.

Pihaknya telah melaksanakan beberapa program demi menjaga kelangsungan burung pemangsa yang berada di PT MSM. Diantaranya, melakukan pengelolaan dan pemantauan secara rutin kawasan konservasi, sosialisasi kepada staf dan karyawan perusahaan, termasuk penelitian mengenai penggunaan habitat dan perilaku beberapa jenis burung pemangsa.

Keberadaan burung pemangsa juga dapat dimanfaatkan sebagai predator alami bagi hama perkebunan sawit. Contohnya, Elang Tikus dan Elang-Ular Bido dapat memangsa tikus, sedangkan Alap-Alap Capung (Microcierax Fringillarius) memangsa dan mengontrol serangga.

Perusahaan juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pelestarian burung pemangsa melalui sosialisasi. Sebab, burung pemangsa tersebut menghadapi sejumlah ancaman, antara lain kebakaran lahan dan hutan serta pembukaan kawasan konservasi untuk tambang. “Masyarakat perlu dilibatkan dalam upaya konservasi, seperti rehabilitasi hutan dan sosialisasi intensif melalui pertemuan formal dan informal,” kata Surya.

Dia menjelaskan, area perkebunan ini menjadi salah satu lintasan jalur migrasi burung pemangsa dari belahan bumi utara menuju belahan bumi selatan, yaitu East Asian Australasia Flyway. Jenis burung pemangsa migran yang dijumpai di areal rekebunan adalah Elang-Alap Nipon (Accipiter gularis) dan Sikep-Madu Asia (Pernis ptilorhynchus).

Dari seluruh temuan, keberadaan jenis Baza Jerdon (Aviceda jerdoni) merupakan jenis paling unik, karena ditemukan sedang bersarang di kawasan konservasi PT MSM pada 2012. “Awalnya tim mengira sebagai Elang-Alap Jambul (Accipiter trivirgatus) karena sangat sangat mirip. Tetapi setelah diperhatikan detil, termasuk foto dokumentasinya dan diskusi dengan ahli raptor, jenis tersebut adalah Baza Jerdon,” ujar dia.

Surya menambahkan, temuan jenis sarang tersebut cukup langka di Indonesia. Jenis sarang serupa juga ditemukan di Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh. Sarang itu berada di pohon dengan ketinggian 7 20 meter dan dekat dengan jalan utama di hutan primer dengan tipe tanaman Dipterocarpus. Sedangkan di PT MSM, sarang berada di pohon Kempas (Compassia excelsa) dengan ketinggian sekitar 15 meter. Bantolo

Species burung pemangsa yang ditemukan di HCV PT MSM:

No Nama Ilmiah Nama Indonesia Nama Inggris
1 Circus cyaneus Elang-rawa kelabu Hen Harrie
2 Aviceda jerdoni (Blyth, 1842) Baza jerdon Jerdon’s Baza
3 Pernis ptilorhynchus (Temminck, 1821) Sikep-madu asia Oriental Honey-buzzard
4 Elanus caeruleus (Desfontaines, 1789) Elang tikus Black-winged Kite
5 Haliastur indus (Boddaert, 1783) Elang bondol Brahminy Kite
6 Lophotriorchis kienerii Elang perut-karat Rufous-bellied Eagle
7 Ichthyophaga humilis (S. Mller & Schlegel, 1841) Elang-ikan kecil Lesser Fish-eagle
8 Icthyophaga ichthyaetus Elang-ikan kepala-kelabu Grey-headed Fish-eagle
9 Spilornis cheela (Latham, 1790) Elang-ular bido Crested Serpent-eagle
10 Accipiter trivirgatus (Temminck, 1824) Elang-alap jambul Crested Goshawk
11 Accipiter gularis (Temminck & Schlegel, 1844) Elang-alap nipon Japanese Sparrow-hawk
12 Tyto alba Scopoli, 1769 Serak jawa Common Barn Owl
13 Nisaetus cirrhatus Elang brontok Changeable Hawk-eagle
14 Microhierax fringillarius (Drapiez, 1824) Alap-alap capung Black-thighed Falconet
15 Macheiramphus alcinus Elang kelelawar Bat Hawk
16 Falco peregrinus Tunstall, 1771 Alap-alap kawah Peregrine Falcon

 

 

 

Related articles

Recent articles