Agrofarm.co.id-Sebanyak 26,2 ton gandum impor asal Ukraina yang masuk ke wilayah NKRI melalui Pelabuhan Tanjung Emas.
Pejabat Karantina Pertanian Semarang, masing-masing Suciati Hadiwuryaningsih, Suharjo, Tujiharto dan Sigit Budiarti melakukan pemeriksaan diatas alat angkut MV Kaley.
Hal ini guna memastikan komoditas impor ini bebas dari target Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina, pejabat melakukan pengambilan sampel uji ditengah biji gandum yang terhampar di dermaga.
Gandum milik PT. SFM ini merupakan salah satu produsen tepung terigu terbesar di Indonesia. Hasil olahan tepung terigu digunakan sebagai bahan baku makanan, bahan pakan ternak dan produk komposit.
Kapasitas produksi tepung terigu PT. SFM yang berada di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas semakin meningkat. Kondisi geografis Indonesia yang kurang mendukung untuk pertanaman gandum sehingga untuk pemenuhan kebutuhan gandum setiap harinya didatangkan dari luar negeri.
“Rangkaian tindakan karantina dilakukan untuk menjamin keamanan dan kesehatannya, apalagi untuk konsumsi masyarakat harus dipastikan aman,” kata Suciati, salah satu pejabat yang bertugas dalam keterangannya, Minggu (23/8/2020).
Setelah dipastikan bebas dan aman dikonsumsi maka komoditas gandum nantinya diterbitkan sertifikat pelepasan karantina tumbuhan. Bantolo
