Agrofarm.co.id-Produktivitas yang tinggi dan telah dapat penuhi konsumsi lokal, petani bawang merah di Probolinggo kembali berhasil mengekspor 55,2 ton hasil panennya ke pasar Thailand untuk pertama kalinya disaat pandemi Covid-19. Komoditas dengan nilai ekonomi sebesar Rp. 1,4 milyar ini milik eksportir PT CMS dan diberangkatkan melalui Pelabuhan Tanjung Perak.
“Ini menjadi angin segar bagi petani di Probolinggo, karena pasar ekspor kembali bergairah, ” kata Kepala Seksi Pelayanan Operasional Karantina Tumbuhan, Tupa Sarihon M Hutabarat saat menyerahkan sertifikat kesehatan tumbuhan atau phytosanitary certificate (PC) kepada eksportir, Jumat (24/7/2020).
Menurut Tupa, PC ini merupakan persyaratan dari negara tujuan dan diberikan setelah komoditas tersebut melalui serangkaian tindakan karantina pertanian. Pemeriksaan dokumen, fisik dan laboratorium telah dilakukan dan dinyatakan sehat dan aman, tambahnya.
Turut hadir dan menyaksikan, Direktur PT. C.M.S. Sri Puji Wantik, Kepala Depo Jangkar Santoso, dan Kepala Operasional Depo Jangkar Ari di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Sri Puji Wantik menyebutkan bahwa bawang merah Probolinggo memiliki keunggulan diameter yang besar dan mempunyai cita rasa pedas sekali, sehingga bawang merah ini sangat diminati pasar mancanegara khususnya negara-negara Asia.
Hasil panen komoditas sub sektor hortikultura petani di Probolinggo ini telah menjadi langganan pasar ekspor di negeri Gajah Putih ini. Di sepanjang tahun 2019 yang lalu pihaknya mampu mengirim 560 ton bawang merah. Dan paska pembukaan pembatasan bertahap akibat pandemi, sebanyak 2 container 40 feet sejumlah 55,2 ton ke Thailand dapat kembali dikirim untuk pertama kalinya di tahun 2020.
“Kami juga berharap ada pendampingan dari pemerintah supaya pada tahun 2020 bawang merah Probolinggo dapat menembus kembali ke pasar Vietnam seperti tahun 2018 atau ke negara-negara lainnya,” imbuhnya.
Secara terpisah Musyaffak Fauzi Kepala Karantina Pertanian Surabaya memberikan apresiasi kepada eksportir. Ekspor perdana ini sangat membanggakan, sebagaimana diketahui bahwa Thailand merupakan pemasok sayur dan buah terbesar di dunia. Namun kali ini kita dapat membuktikan bahwa Indonesia juga bisa menembus pasar Thailand. Terima kasih kepada PT. C.M.S yang telah bekerja keras mewujudkan ekspor bawang merah ini, terang dia.
Peluang ekspor di masa panen seperti ini dapat membantu petani untuk mendapatkan keuntungan lebih tinggi. Ekspor yang berkelanjutan menjadi semangat bagi baru petani bawang merah khususnya di probolinggo.
Pengawasan 11 Bahan Pangan Pokok
Sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) dalam penyediaan 11 bahan pangan pokok termasuk bawang merah, guna menjaga ketahanan pangan nasional di masa pandemi Covid-19.
Dengan tiga program agenda masing-masing emergency, temporary dan permanen, disebutkan hingga Desember 2020 ketersediaan 11 bahan pangan pokok tersebut tetap aman dan terkendali.
Dilain pihak, jika terdapat surplus dan diperlukan untuk mendongkrak nilai tambah bagi petani, maka komoditas pertanian tersebut dapat di ekspor setelah telah mengantongi rekomendasi dari direktorat teknis.
“Jika sudah dinyatakan pasokan untuk kebutuhan dalam negeri aman, komoditas strategis ini dapat diekspor. Hal ini untuk tetap memacu kinerja ekspor sektor pertanian di semester II, ” kata Jamil. Bantolo
