11.5 C
New York

Manggis Saburai asal Lampung Siap Melenggang ke China

Published:

Agrofarm.co.id-Provinsi Lampung merupakan salah satu sentra produksi tanaman holtikultura dan perkebunan Indonesia. Setelah berbagai ragam komoditas unggulannya berhasil masuki pasar ekspor, seperti pisang, nanas, cabai merah dan bawang merah kini Lampungpun bersiap untuk mendorong komoditas Manggisnya.

China menjadi sasaran pasar yang tengah dipersiapkan, hal ini sejalan dengan peluang pasarnya yang terbuka lebar di negara ini. Dari catatan Kementerian Pertanian melalui data pada sistem perkarantinaan IQFAST, tercatat di tahun 2019 ekspor manggis mencapai 32 ribu ton atau senilai Rp. 650 miliar dengan dominasi tujuan China disamping 29 negara lainnya.

“Manggis dengan rasa yang khas dan diyakini banyak manfaat. Trennya terus meningkat,” kata Kepala Karantina Pertanian Lampung Muhammad Jumadd melalui keterangan tertulisnya, Senin (6/7/2020).

Menurut Jumadh, saat ini Manggis Saburai asal Lampung baru memiliki dua pasar ekspor yakni Singapura dan Malaysia, dalam skala kecil. Belum dapat menembus pasar besar di China secara langsung. Hal ini dikarenakan belum tersedianya moda transportasi atau kapal langsung, jumlah produksi yang belum mencukupi serta kebun yang belum teregristasi.

Melihat peluang dan potensi yang ada, pemerintah pusat dalam hal ini Direktorat Jendral Hortikultura, Kementerian Pertanian , pemerintah daerah, instansi terkait serta pelaku usaha terus lakukan koordinasi dan pengembangan. Hasilnya kini sentra manggispun terwujud.

Di Kabupaten Tanggamus dengan luasan lahan manggis mencapai 79.854 hektar dan produksi hingga 35.811 ton.

Selain sentra, guna memfasilitasi kelancaran ekspor komoditas pertanian Lampung ke Cina kini telah tersedia juga. Tiga kali dalam sepekan kapal langsung atau direct call ke China. Sehingga tidak ada hambatan untuk peningkatan kinerja ekspor pertanian asal Lampung, hal ini disampaikan oleh General Manajer Pelabuhan Indonesia, Drajat Sulistyo.

Dukungan terhadap peningkatan kinerja ekspor produk pertanian juga datang dari Ketua Komisi IV Bidang Pertanian, Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Kelautan – DPR RI, Sudin yang terus mendorong terbukanya akses langsung ke negara-negara tujuan ekpor. Selain meningkatkan daya saing juga akan berdampak terhadap aktifitas ekonomi disektor lain, jelasnya.

Fasilitasi Ekspor Perkarantinaan

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil mengapresiasi sinergitas pembangunan pertanian di Lampung. Selaku fasilitator pertanian di perdagangan internasional pihaknya akan menyiapkan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari bagi pelaku usaha, layanan pemeriksaan karantina di gudang pemilik atau inline inspection juga digitalisasi layanan guna percepatan.

“Fasilitas dan pasar sudah terbuka, kita kawal terus agar pada masa panen tahun ini Manggis Saburai tidak hanya Cina tapi juga pasar baru lainnya,” kata Jamil. Bantolo

Related articles

Recent articles