14.2 C
New York

Apical : Minyak Goreng Sawit Lebih Sehat Daripada Minyak Nabati Lain

Published:

Agrofarm.co.id-General Manager Apical Marunda, Lim Teck Guan mengakatan, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui sebenarnya keuntungan dari minyak kelapa sawit bagi kesehatan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat untuk lebih mengetahui pentingnya pengunaan minyak kelapa sawit bagi kesehatan. Dimana minyak kelapa sawit itu sendiri mengandung lemak yang seimbang, antara asam lemak tak jenuh dan asam lemak jenuh dibanding minyak nabati lainnya,” ungkap dia dalam diskusi online, Rabu (17/6/2020).

Menurut dia, lemak merupakan sumber energi selain karbohidrat dan protein yang sangat dibutuhkan dalam asupan setiap hari. Lemak juga menjadi salah satu elemen penting dalam gaya hidup diet yang sehat.

Lim juga menegaskan bahwa kelapa sawit paling efisien daripada minyak nabati lain seperti rapeseed, bunga matahari dan kedelai. Sehingga kelapa sawit mengancam keberlangsungan industri minyak nabati lain.

Fajar Mahendra, Research and Development (R&D) Apical Marunda, menambahkan, minyak kelapa sawit dapat ditemukan diberbagi produk sehari-hari. Selain dalam bentuk cairan atau minyak goreng, minyak kelapa sawit juga berbentuk semi padat dan padat (margarine) yang menjadi salah satu bahan dalam pembuatan makanan seperti ice cream, olahan roti, olahan cokelat, dan bahan kuliner lainnya. Jadi, tanpa sadar masyarakat juga sudah mengkonsumsi minyak kelapa sawit setiap harinya.

“Karena berbentuk cair, semi padat dan padat, membuat minyak kelapa sawit praktis dan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhannya. Selain itu, keuntungan dari penggunaan minyak kelapa sawit untuk olahan makanan dalam keseharian, salah satunya dapat menghasilkan gorengan yang lebih renyah dan tahan lama serta membuat tekstur yang halus dan lembut sehingga enak dirasakan didalam mulut,” terang Fajar.

Dia menjelaskan, perusahaan tidak berdampak oleh pandemi Covid-19 lantaran produksi tetap berjalan dan permintaan minyak goreng dan turunannya masih tinggi. Adapun kapasitas produksi minyak goreng di Marunda Jakarta mencapai 2.400 per ton.

“Saya kira karena minyak goreng dan turunannya merupakan kebutuhan pokok, boleh dibilang belum ada dampaknya. Selama ini kita masih full capacity dan terutama untuk menyuplai ke industri-industri,” jelas dia.

Fajar menyebutkan, industri makanan dari wilayah Jawa Timur hingga Jakarta sebagian besar disuplai dari Apical Marunda. Untuk industri kita memang leading terutama industri-industri besar di Indonesia. hampir rata-rata disuplai dari Apical Marunda dari yang food maupun non food, kata dia. Bantolo

 

Related articles

Recent articles