Agrofarm.co.id-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang mengkaji kemungkinan mengembangkan budidaya ikan tuna di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah. Tujuannya untuk menambah nilai jual komoditas tersebut dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat mengunjungi Kabupaten Parigi Moutong, dalam rangakain kunjugan kerja lima hari di Pulau Sulawesi.
“Kita sedang teliti dan hitung kebutuhannya. Apakah nanti menggunakan keramba jaring apung besar yang nantinya dimiliki oleh pemda bekerjasama dengan masyarakat,” ujar Edhy di Desa Sejoli, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong dalam keterangan resminya, Kamis (11/6/2020).
Teluk Tomini merupakan tempat berkembang-biaknya ikan tuna. Namun yang ditangkap nelayan kebanyakan masih berukuran kecil, sehingga budidaya pembesaran perlu dilakukan untuk menambah nilai jual tuna yang dihasilkan.
“Teluk Tomini ini tempat lahirnya ikan-ikan tuna. Dan yang ditangkap masyarakat kebanyakan masih baby tuna. Nah bagaimana tuna-tuna yang tadinya ditangkap hanya satu kilo itu bisa dibesarkan menjadi 15-20 kilo,” urai Edhy.
Sulawesi Tengah memiliki potensi hasil perikanan sangat besar. Bagaimana tidak, provinsi ini memiliki lima wilayah pengelolaan perikanan (WPP), empat di antaranya pengelolaan perikanan laut dan sisanya perairan darat.
“Untuk memaksimalkan potensi perikanan di Sulawesi Tengah, KKP akan membantu pembangunan cold storage hingga pelabuhan pendaratan ikan. Banyak informasi yang kami dapat dari Sulteng, dan gubernur sudah menyerahkan proposal ke kami. Tinggal kami menindaklanjuti,” kata dia.
Selama di Sulawesi Tengah, Edhy turut meninjau aktivitas dan fasilitas budidaya perikanan milik masyarakat maupun pelaku usaha, sekaligus menyerahkan bantuan untuk mendorong majunya sektor tersebut. Dia juga melepas ekspor perdana tuna sirip kuning melalui udara ke Jepang dan menyerahkan bantuan 4,5 ton ikan sehat bermutu untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Bantolo
