Agrofarm.co.id-Memasuki kondisi kehidupan normal baru atau new normal telah memberikan dampak yang signifikan diberbagai sektor termasuk pertanian, khususnya ekspor produk pertanian Indonesia. Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Semarang melakukan pelepasan perdana buah nanas segar asal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah (Jateng) ke kota Jeddah Arab Saudi.
“Ini awal yang baik, 12 ton nanas segar, senilai Rp. 176 juta telah kami pastikan memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor dan siap diberangkatkan,” kata Parlin Robert Sitanggang, Kepala Karantina Pertanian Semarang di Depo Pelindo III Tanjung Emas Semarang, Jumat (5/6/2020).
Menurut Parlin, di tahun 2019 pihaknya hanya memfasilitasi lalu lintas komoditas asal sub sektor hortikuktura ini secara domestik dengan total 7,3 ton senilai Rp. 1,9 miliar. Dan kini buah nanas segar asal panen dari petani di Desa Beluk, kecamatan Belik Pemalang Jawa Tengah telah dapat menembus pasar ekspor, tambahnya.
“Sinergitas direktorat teknis, instansi pertanian didaerah, pelaku usaha dan petani yang baik, sehingga produk ini bisa masuk pasar global,” jelas dia.
Komoditas Unggulan Ekspor asal Jateng
Buah nanas (ananas comosus) merupakan buah yang banyak manfaatnya, memiliki rasa manis asam, mengandung pektin seperti serat yang memberikan tekstur kenyal.
Saat ini tercatat 1.529 hektar lahan yang dimiliki oleh para petani di desa Beluk, tepat berada di kaki Gunung Slamet. Kondisi lingkungan dengan topografis yang cocok untuk pertumbuhan ini, menjadikan nanas madu belik Pemalang yang sudah digemari pasar domestik ini tembus pasar ekspor.
Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil menyampaikan bahwa ia dan jajarannya terus mendorong pertumbuhan ekspor sesuai dengan gerakan tiga kali lipat ekspor, Gratieks yang di gagas oleh Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red).
“Tidak boleh berhenti, apalagi soal pangan yang menyangkut kepentingan masyarakat. 11 bahan pangan pokok sudah ditentukan untuk terus dipantau ketersediaannya. Sementara dengan banyaknya ragam komoditas pertanian kita, ini yang kita dorong untuk di ekspor agar dapat juga menopang ekonomi,” jelas Jamil. Bantolo
