15.6 C
New York

ABTI : Stok Beras Diperkirakan Cukup hingga Oktober

Published:

Agrofarm.co.id-Guru Besar Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa memperkirakan komoditas pangan yang berasal dari impor kemungkinan terganggu seperti gula, daging sapi dan bawang putih. Namun produksi pangan seperti beras masih aman.

Dwi memperkirakan, produksi beras tahun ini lebih rendah ketimbang tahun lalu karena terjadi pergeseran musim tanam. Dampaknya nanti harga beras akan meningkat.

“Stok beras hinga Oktober 2020 terbilang aman. Namun,pemerintah harus berpikir soal ketersediaan beras pada November hinga Februari 2021,” kata diaAsosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) kepada agrofarm.co.id, Rabu (15/4/2020)

Pemerintah diminta mempunyai data akurat terkait prediksi produksi beras tahun ini. “Apabila bulan Juli nanti produksi diperkirakan turun , maka impor harus dilakukan,” ujar dia.

“Namun untuk saat ini pemerintah tidak khawatir kekurangan pasokan beras dan tidak perlu mewacanakan impor beras. Kasihan petani karena saat ini puncak masa panen, sehingga belum saatnya wacana impor digulirkan,” terang Dwi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang tahun 2019 produksi beras sebesar 31,31 juta ton, turun 7,75 persen dari produksi tahun sebelumnya yang sebanyak 33,94 juta ton. BPS mencatat luas panen padi pada 2019 mencapai 10,68 juta hektare (ha), turun 6,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya 11,38 juta ha.

Selain itu, dia meminta pemerintah menjamin sistem atau distribusi logistik dalam negeri tetap lancar. “Hingga kini belum ada hambatan logistik pangan domestik,” kata dia.

Menurut dia, jika jalur distrubusi terganggu pada daerah sentra pangan yang melaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ini berpotensi harga pangan akan naik. Meskipun dari segi stok masih memadai. Bantolo

 

 

Related articles

Recent articles