11.5 C
New York

BPS : Nilai tukar Petani Maret Turun 1,22 Persen

Published:

Agrofarm-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) nasional Maret 2020 sebesar Rp102,09 atau turun 1,22 persen dibandingkan dengan NTP bulan sebelumnya.

“Penurunan NTP terjadi di semua sektor. Dari sub sektor tanaman pangan, hortikultura, tanaman perkebunan, peternakan dan perikanan,” kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Rabu (01/4).

NTP tanaman pangan mengalami penurunan 1,30 persen. ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan. Sebaliknya indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan 0,20 persen.

Dia menyebutkan, Indeks petani harga petani menurunan salah satu penyebab utamanya karena ada penurunan harga gabah. “Pada bulan Maret 2020 sudah terjadi panen di banyak daerah,” ujar Suhariyanto.

Meskipun,kata dia, puncak panen raya akan begeser pada April ini. Akan tetapi pada Maret sudah banyak panen raya itu yang menyebabkan harga gabah turun dan mempengaruhi indeks harga yang diterima petani di sektor tanaman pangan.

Dia menambahkan, untuk sub sektor tanaman horti turun 0,79 persen karena adanya penurunan harga cabai merah dan cabai rawit. Sementara itu, NTP tanaman perkebunan turun, dan indeks harga yangg dibayar petani mengalami kenaikan. Hal itu terjadi karena adanya penurunan harga komoditas seperti kelapa sawit, karet, kakao.

Kemudian NTP peternakan juga turun sebesar 0,11 persen. hal ini dikarenakan terjadi penurunan harga daging ayam ras. Bantolo

Related articles

Recent articles