Agrofarm.co.id-Kementerian Pertanian (Kementan) memperkirakan stok gula konsumsi bakal bertambah lantaran ada bebrapa pabrik guling sudah melakukan giling tebu. Akhir Maret akan tambahan produksi sekitar 15.000 ton.
Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Kasdi Subagyono menyebutkan stok gula konsumsi gula nasional hingga akhir Februari 2020 sebesar 386.000 ton. Adapun kebutuhan setiap bulan sebanyak 230.000 ton. “Artinya sampai pertengahan April 2020 masih ada stok gula dalam negeri,” ujar Kasdi saat mengunjungi Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta Timur, Kamis (19/3/2020).
Dia mengatakan, pada akhir Maret ini ada beberapa pabrik gula mulai giling tebu untuk produksi gula konsumsi. Lokasi pabrik tersebut berada di Gorontalo, Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan dan Sumatera Utara.
“Akhir Maret ada tambahan produksi gula sebanyak 15.000 ton. Lokasinya pabrik gula di Gorontalo, pabrik gula PTPN II di Sumut dan Sumatera Selatan,” ungkap kasdi.
Selain itu, katanya, produksi gula akan bertambah di bulan April hingga Mei 2020. Bulan April diprediksi produksi gula sebanyak 53.000 ton dan Mei sekitar 144.000 ton.
Meskipun diakuinya, produksi gula dalam negeri saat ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Maka itu, pemerintah sudah memutuskan impor gula konsumsi 150.000 ton dan gula industri 550.000 ton,” kata Kasdi.
Sebelumnya Kemenerian Perdagangan (Kemendag) telah telah menerbitkan Surat Persetujuan Impornya (SPI) sekitar 150.00 ton. Kemudian Kemendag memambah impor gula 550.000 ton. Dengan demikian, total izin impor gula mencapai 700.000 ton.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional harga gula sekitar Rp16.800 per kilogram (kg). Sementara Info Pangan Jakarta harga rata-rata gula pasir Rp 17.064 per kg. Bantolo
