21.2 C
New York

Tidak Dibunag, Bulog Lelang Beras Bermutu Rendah

Published:

Agrofarm.co.id-Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menjelaskan bahwa Perum Bulog melakukan pelepasan stok beras yang sudah mengalami turun mutu sebanyak 20.000 ton. Ini sudah melalui pemeriksaan laboratorium yang direkomendasi Badan Ketahanan Pangan Kementan dan BPOM.

Menurutnya beras tersebut tidak dibuang karena masih memiliki manfaat dengan melakukan pengolahan, penukaran, penjualan dibawah HET, serta dihibahkan untuk bantuan kemanusiaan.

Budi menjelaskan, ada beberapa alternatif pemanfaatan beras berkualitas rendah, di antaranya : Pertama,menjual dengan harga murah apabila dinyatakan masih layak konsumsi. Kedua, diolah menjadi tepung atau pakan ternak. Ketiga, beras tersebut dapat diolah menjadi ethanol.

Buwas menjelaskan, mekanisme di atas dapat dilakukan dengan lelang. “Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Pertanian nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah,” ungkap Budi Waseso di kantor Perum Bulog Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Menurutnya, penyerapan gabah dan beras yang dilakukan Bulog dalam rangka penugasan pemerintah, maka sesuai UU No.19 Tahun 2003 tentang BUMN, maka apabila ada potensi kerugian atas penugasan akan ada kompensasi.

“Jadi Bulog tidak pernah minta-minta ganti rugi hanya berdasarkan regulasi saja,” ujar Budi Waseso.

Dia menambahkan, beras yang masuk ke gudang Bulog telah melalui proses pemeriksaan kualitas oleh surveyor independen, dan perawatan kualitas dalam gudang sesuai dengan SOP yang berlaku sehingga beras selalu dalam kondisi segar dan baik. Bantolo

Related articles

Recent articles