Perpaduan sensor, perangkat lunak, dan kemampuan analisa data - Aries Dwiputera, Bosch AquaEasy Product Manager (kanan) tengah berbincang dengan Dhuha Abdul Azis, Business Development Manager of Connected Solutions, Bosch in Indonesia (6/11). Memanfaatkan kekuatan sensor mutakhir yang dipadukan dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI)/ist

Bosch Perkenalkan Teknologi Smart Aquaculture, AquaEasy untuk Tambak Udang

Agrofarm.co.id-Akuakultur atau perikanan budidaya siap bertransformasi menuju industri 4.0. hal ini penting guna meningkatkan daya saing dan produktivitas produk akuakultur. Sinergi Bosch dan Kelautan dan Perikanan (KP) mendorong Produktivitas petambak udang.Untuk mendukung produksi komoditas perikanan Indonesia semakin meningkat, Bosch yang merupakan perusahaan penyedia layanan dan teknologi terkemuka menghadirkan solusi canggih Smart Aquaculture: Aquaeasy. Product Manager Bosch AquaEasy Aries Dwiputera mengatakan, Teknologi Aquaeasy lebih fokus pada peningkatan produksi udang dan akan membantu petambak Indonesia menjaga kualitas sekaligus meningkatkan hasil panen mereka secara berkelanjutan.

Teknologi Aquaeasy merupakan teknologi holistik yang bisa memantau kualitas air dan manajemen tambak udang dengan solusi lengkap mulai dari sensor,software dan services. Aquaeasy memberikan rekomendasi periode panen yang optimal, pencegahan risiko kegagalan serta estimasi rasio pakan. Teknologi ini dilengkapi dengan Artificial Intelligence yang menghadirkan informasi lebih mendalam. Kehadiran teknologi Aquaeasy dari Bosch ini juga mendukung program pemerintah yang akan menuju industri 4.0 dimana penggunaan digital harus menjadi prioritas termasuk penggunaan digital di sektor tambak udang. Melalui teknologi Aquaeasy ini para penambak lebih menghemat waktu dan biaya karena sudah digital,ujar dia di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Teknologi Aquaeasy ini baru dikembangkan 1,5 tahun dan mendapatkan respon yang cukup positif dari pasar dan teknologi ini langsung dikembangkan di Indonesia karena Indonesia memiliki tambak udang terbesar. Saat ini, teknologi Aquaeasy ini sudah diimplementasikan di beberapa tambak udang di kota besar di Indonesia seperti Bangka, Lampung, Indramayu dan Banyuwangi.

Penggunaan teknologi harus merata di semua sektor termasuk sektor perikanan karena perkembangan teknologi tidak bisa lagi dihindarkan, ujar dia. Sensor yang digunakan dalam teknologi Aquaeasy ini adalah parameter, Ph, suhu, salinitas dan konduktivitas air. Owner tambak bisa mengontrol tambaknya hanya melalui smartphone karena teknologi Aquaeasy bisa diunduh dan pembayarannya secara langganan dengan biaya Rp 1 juta per bulan.Dian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *