10.3 C
New York

Jokowi Kesal Indonesia Masih Impor Cangkul

Published:

Agrofarm.co.id-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyindir urusan pacul/cangkul yang sampai impor ratusan ribu. Ia mempertanyakan. Apakah (pacul, red) tidak bisa didesain industri UKM (Usaha Kecil Menengah).

“Ini Pak Roni (Roni Dwi Susanto, Kepala LKPP, red), juga Pak Menteri Bappenas tolong hal-hal seperti ini didesain. Strategi dalam kita mendesain berkembangnya industri-industri UKM yang ada di negara kita,” ujar Jokowi, Kamis (08/11/2019) .

Menurut Presiden, itu baru satu barang. Barang yang lain masih ribuan. Enak banget itu, di negara yang dimana barang itu kita impor, enak banget itu. Kita ini masih defisit transaksi berjalan, kita ini masih defisit neraca perdagangan. Impor barang seperti itu yang sebetulnya kita sambil tidur aja bisa buat, kata Presiden menyindir seraya menambahkan, impor itu enak banget karena harganya pasti murah. Artinya, yang ngimpor untungnya lebih gede. Tapi di sini ruang untuk menciptakan lapangan pekerjaan jadi hilang.

Dia juga mengkritik kebiasaan para pejabat pengadaan barang dan jasa pemerintah yang suka mengimpor barang Di saat neraca perdagangan masih defisit, Current Acount Defisit (CAD) masih defisit Terlebih impor itu dilakukan, lanjut Presiden, dengan menggunakan uang pemerintah.

“Kok kita masih hobi impor. Kebangetan banget. Uangnya pemerintah lagi, kebangetan kita ini. Kalau itu masih diterus-teruskan, kebangetan,” kata Jokowi.

Ia meminta kepada Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk memetakan mana yang bisa diproduksi di dalam negeri secara utuh. Ia menanyakan kembali mana yang assembling harus dirakit di sini dan mana yang impor.

“Ini harus dicek. Yang impor langsung distabilo merah aja, engga usah,” tegas Presiden. Presiden memerintahkan kepada Kepala LKPP untuk memprioritaskan produk dengan komponen lokalnya yang sangat tinggi.

Sudah persulit barang yang namanya impar impor itu. Barang impar juga, barang impor juga. Impar impor senangnya kita udah. Udah setoplah gitu-gitu. Ini sekali lagi duit APBN, duit APBD, tegasnya.

Ia menekankan, agar diprioritaskan benar bahwa harga murah bukan menjadi patokan yang utama. Murah kalau diperoleh secara impor, Presiden mengaku, lebih senang beli barang yang lokal meskipun harganya sedikit mahal.

Untuk itu, Presiden meminta agar difasilitasi barang-barang yang ada di dalam negeri untuk secepatnya bisa masuk E-Katalog. Usaha kecil, usaha menegah yang punya produk-produk itu, menurut Presiden, segera masukan ke E-Katalog. Puspa

 

 

Related articles

Recent articles