Agrofarm.co.id-WargaDesa Sungai Keruhkini mulai menikmati buah manis dari jerih-payah mereka meningkatkan kualitas hidup lewat program hidup sehat dan bersih, sertapengembangan mata pencaharian alternatif lewat sektor pertanian dan pariwisata.Desa ini merupakandesa binaan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) dari PT Wirakarya Sakti(WKS),anak perusahaan APP Sinar Mas,di Kecamatan TebingTinggi,Jambi.
Dalam rilis yang diterima, Senin, (23/9/2019), Kepala Desa Sungai Keruh Suwarno mengatakan, prosestersebuttidak semudah membalikkan telapak tangan; butuh upaya dan sosialisasi yang cukup panjang. Salah satu tantangan ialah pembangunan jamban sehat untuk seluruh rumah tangga. Namun, upaya mereka membawa hasil. Kini seluruh penduduk Desa Sungai Keruh telah memiliki jamban di rumah mereka.
Pencapaian ini bahkanberhasilmembawa merekamenjadi juara dua tingkat nasional untuk Lomba Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) dan Tanaman Rumah Tangga tahun 2019.Selain memiliki jamban sehat, ada kriteria lain yang telah dipenuhi oleh Desa Sungai Keruh untuk menjadi juara Lomba PHBS, di antaranya anak-anak baru lahir mendapatkan ASI eksklusif, cuci tangan dengan bersih, tidak merokok, serta mengkonsumsi buah dan sayur. Untuk itu, Suwarno dan masyarakat Desa Sungai Keruh juga mencetuskan inisiatif-inisiatif lain untuk mendorong kesejahteraan warga desa, termasuk Pojok Merokok.
Pojok Merokok
Desa Sungai Keruh melarang warganya untuk merokok di rumah dan tempat umum.Warga hanya diperbolehkan merokok di tempat-tempat yang sudah disediakan. PojokMerokok,mereka menyebutnya.Tak hanya melindungiwarga lainagar tidakterpaparasap rokok, pojok ini juga bermanfaat mencegah kebakaran lahan yang dipicu oleh puntung rokok.
Suwarnomengatakan,perlu perjuanganuntuk menjalankan program ini. Rata-rata transmigran di desa ini bermata pencaharian sebagai petani sawit, sehinggapendapatan pokok yangbiasanyaditerima cukup stabil. Usai panen, konsumsi rokok menjadi kebiasaanyang tak asing lagibagi mereka.
Justru di sini tantangannya, ujar Suwarno. Pengurus desa terus-menerusmenyosialisasika

Pengembangan Ekonomi Warga Melalui Pertanian dan Agrowisata
Dari 186 kepala keluarga yang ada di Desa Sungai Keruh, rata-rata merupakan petani sawit. Diselangwaktu panen, banyak waktu luang yang dimiliki masyarakat. Suwarno tidak ingin warganya berpangku tangan saja menunggu panen.
Oleh karena itu,ia dan pengurus desa mengajak warga untuk bercocok tanam di halaman rumah masing-masing. Tanamannya beragam, mulai dari cabai, terong, tomat, dan aneka sayuran lainnya. Hasilnya tidak hanya untuk konsumsi keluarga tetapi juga untuk dijual.
Selain itu, ada beberapa warga menanam melon, jenis tanaman yangbutuh perhatian tinggi, tetapi ternyata hasilnya menggembirakan. Panen yang berlimpah membuat warga senang. Biasanya para pembeli sukaselfie-selfiedi kebun melon sebelum membeli. Saya melihat ini sebagai peluang,terangSuwarno.
Tepat setahun lalu, ia mengajak masyarakat untuk menanamlebih banyakmelon.Ia bahkan mengalokasikan tanah desa seluas 0,3 hektare sebagai proyekpercobaan. Hasilnya,pada panen pertamalahan tersebut mampu menghasilkan sebanyaktigaton denganhargajual sebesar Rp45.000.000.
Salah satu petani melon,Riyanto (34),kerapmengajak anak muda untuk menanam melon dilahantersebut. Ia dan kelompoknya bekerja keras untuk meningkatkan produksimelondenganmetodep
Setiap panen, hasilnya semakin bagus dan buahnya dinikmati oleh masyarakat sekitar. Ibarat promo, sekarang kita kasihsecara cuma-cuma, lama-lama mereka pasti akan membeli juga karena tahu kualitasnya, tambah Riyanto.
Kini Riyanto tidak perlu lagi susah-susah mencari pembeli untuk hasil kebunnya.Pedagang-pedagangda
Selain pertanian, beberapa warga juga mengembangkan budidaya lele bioflok.
Wisata Air
Untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik, pengurus desa ingin warganya makmur,jasmaninya sehat,dankehidupannya seimbang.Oleh karena itu merekajuga mengembangkanwisata air bernama Wahana Tirta Sari di desa tersebutuntuk rekreasional.
Tempat wisata ini selalu ramaiolehmasyarakat, khususnyapadahariMinggu. Terdapat beberapa wahanaseperti perahu bebek, jungkat-jungkit, perosotan, dan gazebo, dilengkapi denganwarung-warung makanan.Sehingga warga bisa menghabiskan waktunya dengan keluarga dan melepaskan penat.
Dulu untukberwisata, warga perlumenempuhjalan jauh ke arah Jambi. Kini,mereka bisa menikmatiWahana Tirta Sariini untuk melepas penat. Saat dibuka pada Idul Adha kemarin, Wahana Tirta Sari ini bagaikan hadiah untuk warga, kata Suwarno.Sekarang masih gratis untuk masyarakat. Nanti kalau fasilitasnya lebih lengkap, baru kita tarik dana untuk membantubiayaoperasional.
Suwarno menambahkan, perkembangan desanya tidak lepas dari program DMPA dari PT WKS yangmembantu merancangprogram danmemberikanpendampingan
Kami sangat berterima kasihkepadaPT WKS yang telah membantu kami meningkatkan kualitas hidup warga. Bantuan yang diberikan,terutama dalam halsarana dan prasarana pertanian, ternak, dan pariwisata, membantupengembangan mata pencaharian alternatifuntuk warga danmengurangi ketergantungan masyarakat terhadap hutan.Masyarakat jadi tidak perlu terus-menerus membuka lahan baru, apalagi dengan cara membakar.Dengan begitu potensi kebakaran hutan pun dapat ditekan,lanjutSuwarno.dian
