Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita/ist

Agustus 2019, Neraca Perdagangan Surplus USD 85,1 juta

Agrofarm.co.id-Neraca perdagangan Agustus 2019 kembali mengalami surplus. Neraca ekspor dan impor tercatat mengalami surplus sebesar USD 85,1 juta. Surplus ini disumbang surplus neraca perdagangan nonmigas sebesar USD 840,2 juta; sementara neraca perdagangan migas mengalami defisit sebesar USD 755,1 juta.

“Surplus Agustus 2019 ini memperbaiki neraca perdagangan selama Januari–Agustus 2019,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam keterangan resminya, Minggu (29/9/2019).

Lebih lanjut, Mendag menjelaskan, negara-negara mitra dagang Amerika Serikat, India, Filipina, Malaysia, dan Vietnam menyumbang surplus nonmigas terbesar selama Agustus 2019 yang jumlahnya mencapai USD 2,31 miliar. Sementara itu, China, Thailand, Jepang, Australia, dan Argentina menyebabkan defisit perdagangan nonmigas terbesar yang jumlahnya mencapai USD 2,35 miliar.

“Secara kumulatif, defisit selama Januari–Agustus 2019 masih cukup besar, yakni mencapai USD 1,9 miliar,” kata Mendag. Defisit tersebut disebabkan besarnya defisit pada neraca perdagangan migas yang mencapai USD 5,7 miliar. Sementara itu, neraca perdagangan nonmigas menyumbang surplus sebesar USD 3,9 miliar.

Kinerja Ekspor Agustus 2019

Kinerja ekspor Agustus 2019 tercatat sebesar USD 14,3 miliar atau turun sebesar 7,6 persen dibanding Juli 2019 (MoM) dan turun 10,0 persen dibandingkan ekspor Agustus 2018 (YoY). Penurunan ekspor tersebut disebabkan penurunan ekspor migas sebesar 38,5 persen (YoY).

Sementara, ekspor nonmigas hanya turun sebesar 7,2 persen (YoY). Secara kumulatif, ekspor nonmigas Januari–Agustus 2019 sebesar USD 110,1 miliar. Nilai ekspor ini mengalami penurunan sebesar 8,3 persen dibanding periode yang sama tahun 2018.

Secara umum, selama Januari–Agustus tahun 2019, ekspor Indonesia masih mengalami pelemahan, kecuali ekspor sektor pertanian. Ekspor sektor pertanian meningkat 1,5 persen (YoY), sementara tahun lalu turun 9,6 persen. Sedangkan, ekspor sektor industri turun 4,3 persen (tahun lalu naik 6,2 persen), ekspor sektor pertambangan turun 17,7 persen (tahun lalu naik 34,9 persen), dan ekspor sektor migas turun 23,9 persen (tahun lalu naik 12,8 persen).

Secara keseluruhan, penurunan ekspor nonmigas selama periode Januari–Agustus 2019 juga dipicu melemahnya ekspor ke sepuluh besar tujuan ekspor, kecuali Vietnam yang naik sebesar 18,9 persen.

Kinerja Impor Agustus 2019

Impor selama Agustus 2019 mencapai USD 14,2 miliar atau turun 8,5 persen dibanding Juli 2019 (MoM), serta turun 15,6 persen dibanding Agustus 2018 (YoY). Secara kumulatif, selama Januari– Agustus 2019, total impor Indonesia mencapai USD 111,9 miliar atau mengalami penurunan 9,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD 124,2 miliar.

“Penurunan impor Januari–Agustus 2019 dipicu menurunnya permintaan impor migas secara signifikan sebesar 27,8 persen, dan juga impor non migas yang turun 6,5 persen,” tegas Mendag.

Di sisi lain, penurunan impor Januari–Agustus 2019 disebabkan menurunnya permintaan impor seluruh golongan barang. Impor barang konsumsi turun sebesar 10,7 persen, impor bahan baku/penolong turun 10,5 persen, dan impor barang modal turun 5,7 persen.

Barang konsumsi yang impornya mengalami penurunan signifikan antara lain berupa bahan bakar dan pelumas olahan (turun 35,9 persen), makanan dan minuman olahan untuk rumah tangga (turun 26,8 persen), dan alat angkutan bukan untuk industri (turun 20,1 persen). Dian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *