Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi pada acara Rembug Utama, Ekspo dan HUT KTNA ke 48 diPekanbaru/ist

Kepala BPPSDMP dan Ketua KTNA Serukan Lumbung Pangan Dunia

Agrofarm.co.id-Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menegaskan pentingnya dukungan kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dalam mewujudkan kedaulatan pangan menuju Indonesia lumbung pangan dunia.

“Kita lihat export pertanian meningkat tajam. Dan ini baru terjadi di 4 tahun terakhir. Ini juga salah satu parameter keberhasilan pembangunan pertanian karena nilai investasi naik secara signifikan. Tentu semua ini berkat dukungan semua pihak, termasuk KTNA,” ujar Dedi dalam sambutanya di Rembug Utama, Ekspo dan HUT KTNA ke 48 di Pekanbaru.

Dedi menjelaskan, banyak capaian yang dicapai Kementan selama 5 tahun ini adalah hasil kerjasama yang apik dengan berbagai pihak. Termasuk dalam hal peningkatan Pendapatan Domestik Bruto (PDB), pengendalian inflasi, serta peningkatan NTP-NTUP.

“Artinya apa, petani juga menikmati hasil dari peningkatan pendapatan sektor pertanian ini. Kemudian kita juga bisa berbica banyak pada penurunan penunduk miskin yang sebagian besar berada di pedesaan,” terang Dedi dalam keterangan resminya, Minggu (22/9/2019).

Terkait penduduk miskin, kata Dedi, pemerintah sudah berupaya menekan angka kemiskinan yang ada dengan mengeluarkan kebijakan dan program trobosan. Program itu diantaranya Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi), Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja), serta peningkatan produksi melalui upsus dan SIWAB.

“Untuk program bekerja kami memberikan 50 ekor ayam kepada rumah tangga miskin, kemudian juga pemberian bibit dan benih unggul yang sudah tersertifikasi. Lalu ada juga program pendampingan baik kepada petani maupun generasi muda,” jelasnya.

Terkait hal ini, Ketua KTNA Winarno Tohir menyampaikan terimakasih atas kehadiran dan dukungan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian sebagai pionir penjaga ketahanan pangan pada HUT KTNA yang ke 48 di Pekanbaru.

“Pertama tentu saja mengapresiasi dan menyampaikan terimakasih atas kehadiran pemeritah, dalam hal ini kementerian Pertanian. Kemudian yang paing penting adalah kita harus memaksimalkan kualitas dan kuantitas produk lokal menuju lumbung pangan dunia. Untuk itu, mari kita jaga bersama,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Riau, Syamsuar mengajak semua pihak untuk menjaga lingkungan pertanian dan kehutanan dari ancaman kebakaran hutan. Menurut dia, maslahah karhutla sangat berpengaruh pada kenaikan inflasi bahan pokok.

“Jadi, selama 5 tahun kedepan Pekanbaru harus hijau. Kita tahu dampak kebakaran ini membuat Inflasi komoditas di Pekanbaru juga ikut sedikit naik. Makanya harus kita jaga bersama sektor pertanian ini,” tukasnya. Bantolo