Peternakan sapi lokal. (Ist)

2019, Populasi Sapi dan Kerbau Diperkirakan 18,12 Juta Ekor

Agrofarm.co.id-I Ketut Diarmita, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) mengatakan setidaknya ada enam parameter keberhasilan yang telah dicapai kementan dalam meningkatkan produksi daging.

Enam parameter itu adalah peningkatan populasi ternak sapi dan unggas, peningkatan PDB sub sektor peternakan, peningkatan investasi, peningkatan NTP dan NTUP, peningkatan jumlah tenaga kerja di subsektor peternakan, dan terakhir perkembangan ekspor komoditas peternakan.

PDB Sub Sektor Peternakan pada 2018 meningkat 13,3% dibanding tahun 2017 Sumbangan sub sektor peternakan terhadap pembentukan PDB nasional tahun 2018 sebesar 1,57% dan sumbangan pada PDB pertanian 15,87%. Penyerapan tenaga kerja sektor peternakan pada tahun 2018 mencapai 4,8 juta orang. Hal tersebut menggambarkan besarnya peran sektor peternakan dalam perekonomian nasional.

“Semua parameter capaian dilakukan dalam waktu empat tahun di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, terlihat peningkatan populasi ternak sapi dan kerbau sebagai kinerja yang signifikan,” kata Ketut dalam siaran persnya, Selasa (03/9/2019).

Salah satu upaya peningkatan populasi tersebut adalah melalui program Upaya Khusus Indukan Sapi/kerbau Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) yang dilaksanakan sejak tahun 2016. Program tersebut menekankan peningkatan kelahiran hasil dari Inseminasi Buatan (IB) dan sebagian kawin alam.

Pada 2014 populasi sapi dan kerbau tercatat 14.610.359 ekor. Kemudian dalam setiap tahunnya, populasi itu terus meningkat. Pada 2018 misalnya, jumlah yang tercatat sebanyak 17.909.016 ekor atau mengalami loncatan kenaikan pertumbuhan menjadi sebesar 3.298.657 ekor.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh BPS total populasi sapi potong, sapi perah, dan kerbau di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 18.120.831 ekor

“Keberhasilan kegiatan UPSUS SIWAB didukung oleh upaya peningkatan status kesehatan hewan, penjaminan keamanan pangan asal ternak, skim pembiayaan, investasi, dan asuransi ternak,” pungkas Ketut. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *