19.4 C
New York

BATAN Rilis Dua Varietas Kedelai di Lahan Kering

Published:

Agrofarm.co.id-Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) memperkenalkan dua varietas tanaman kedelai yang unggul ditanam di lahan kering, yang diberi nama Kemuning 1 dan Kemuning 2. Dengan dilepasnya kedua varietas ini, maka sampai saat ini jumlah varietas kedelai unggul yang dihasilkan BATAN mencapai 12 varietas.

“Kedelai Kemuning 1 dan Kemuning 2 dapat beradaptasi dengan baik di lahan kering dibandingkan dengan tanaman kedelai lainnya dan juga memiliki ukuran biji yang lebih besar,” kata Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan dalam keterangan resminya, Kamis (18/07/2019).

Menurut Anhar, litbang iptek nuklir di bidang pertanian dan pangan adalah salah satu litbang BATAN yang selama ini dapat dibanggakan. Oleh karena itu litbang di bidang ini akan akan terus dilanjutkan untuk memperbanyak varietas-varietas unggul, khususnya tanaman pangan, ujar Anhar.

“Ke depan BATAN akan terus berinovasi, agar lebih banyak lagi produk litbang BATAN yang manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat dan punya impact untuk peningkatan sosial ekonomi masyarakat Indonesia,” lanjutnya.

Namun yang perlu menjadi perhatian penting bagi BATAN adalah sosialisasinya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dimana dan bagaimana caranya memperoleh produk litbang BATAN.

“Upaya kerja sama terus dibangun antara BATAN dengan Kementerian Pertanian maupun dengan pemerintah daerah untuk memudahkan diseminasi serta penyebaran produk litbang BATAN, khususnya di bidang pertanian agar sampai kepada masyarakat,” ucap Anhar.

Dalam kesempatan ini, Peneliti BATAN,Yuliasti menjelaskan bahwa kedelai varietas Kemuning selain tahan terhadap lahan kering juga mempunyai beberapa keunggulan diantaranya produktivitas tinggi yakni 2,87 ton/hektar untuk Kemuning 1 dan 2,92 ton/hektare untuk Kemuning 2, tinggi tanaman lebih pendek sehingga tidak mudah rebah, mempunyai kandungan protein yang tinggi, ukuran bijinya yang besar, dan rasanya gurih.

“Kedelai Kemuning 1 dan Kemuning 2 dapat beradaptasi dengan baik di lahan kering di Indonesia. Dengan ukuran biji yang lebih besar dan dapat bersaing dengan kedelai impor, kedelai Kemuning 1 dan Kemuning 2 menghasilkan tempe yang lebih gurih dibandingkan dengan kedelai impor,” tutur Yuliasti.

Kata Kemuning menurut Yuliasti diambil dari singkatan Kedelai Mutan Tahan Kering yang merupakan varietas kedelai hasil perbaikan varietas Panderman dengan memanfaatkan teknik mutasi radiasi. Bimo

Related articles

Recent articles