Buah manggis/ist

Pacu Ekspor Produk Organik, Kemendag Gandeng AEON dan LPEI

Agrofarm.co.id-Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali menyelenggarakan kegiatan Aktivasi Hasil Kerja Sama Pengembangan Ekspor Produk Organik Indonesia di Nusa Dua, Bali.

Acara ini merupakan langkah terobosan dalam mendorong ekspor produk organik Indonesia dan salah satu upaya mencapai target peningkatan ekspor 7,5 persen di tahun 2019.

“Kegiatan ini bertujuan menyampaikan informasi mengenai pengembangan ekspor produk organik Indonesia di pasar internasional serta mendorong komitmen pelaku produk organik dalam menghasilkan produk organik berstandar internasional,” ujar Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan dalam keterangan resminya, Kamis (18/7/2019).

Berdasarkan hasil survei dari Research Institute of Organic Agriculture (FiBL), pada 2017 total lahan pertanian organik di Asia sebesar 6,1 juta ha dengan jumlah pelaku organik sebanyak 1,1 juta.

Sedangkan Indonesia memiliki total lahan seluas 208 ribu ha dan 17.948 produsen organic dengan pangsa sebesar 0,4 persen dari pangsa organik dunia. Data tersebut menunjukkan, masih besarnya peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk organik. Untuk itu, para produsen dipacu agar dapat memanfaatkan potensi yang ada dengan serius.

Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Iriana Trimurti Ryacudu menyampaikan, permintaan produk organik dunia terus meningkat dalam 10 tahun terakhir. Sudah saatnya pemerintah Indonesia menggarap produk organik dengan maksimal sebagai salah satu produk strategis peningkatan ekspor nonmigas. Pemerintah juga harus terus melakukan pengembangan di sektor hulu dan hilir.

“Kegiatan aktivasi seperti ini dibutuhkan untuk menyebarluaskan informasi ke pihak terkait karena dapat mendukung pengembangan terhadap produk organik Indonesia agar lebih dikenal, diakui, dan berdaya saing sehingga mampu menguasai pasar global,” jelas Iriana.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali Putu Astawa menyampaikan, sebagai wujud keseriusan dalam mengembangkan pertanian organik, Pemerintah Provinsi Bali tengah menyusun Peraturan Daerah tentang pertanian organik.

“Hal ini dilakukan untuk menyiapkan payung hukum pengembangan pertanian organik di Bali sehingga mampu memotivasi masyarakat untuk bertani organik. Semua upaya tersebut akan dilakukan secara berkesinambungan untuk menjadikan Bali sebagai pulau organik,” jelasnya. Dian