10.3 C
New York

Thailand LAB International 2019 Targetkan Transaksi USD 20 Juta

Published:

Agrofarm.co.id-VNU Asia Pasifik penyelenggara Thailand LAB International 2019 menargetkan total transaksi produk dan jasa dalam acara tersebut sebesar USD 20 juta.

Acara Thailand LAB International 2019 merupakan platform untuk berbagi pengetahuan industri dan untuk memperkenalkan teknologi dan inovasi baru pada laboratorium analitik, ilmu hayati & bioteknologi dan laboratorium medis di pasar.

Thailand Dr.Sirasak Teparkum, Deputi CEO Pusat Keunggulan untuk Ilmu Hayati Thailand mengungkapkan, pasar laboratorium medis berkembang pesat di kawasan Asia-Pasifik terutama karena meningkatnya kesadaran tentang layanan pengujian medis, dukungan pemerintah untuk meningkatkan sektor kesehatan dan pengenalan prosedur pengujian baru.

Selain itu, katanya, sejumlah kondisi lain juga menjadi faktor peningkatan pasar laboratorium medis di kawasan Asia Tenggara, yakni pertumbuhan warga lanjut usia atau manula serta naiknya pendapatan per kapita yang mendorong permintaan terhadap perawatan kesehatan dan kebugaran.

“Oleh karena itu, industri perawatan kesehatan laboratorium medis ini merupakan peluang investasi dan pasar potensial untuk ditangkap,” ujar Sirasak pada acara Kick Off Meeting Thailand Lab 2019 di Hotel Puri Denpasar Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Sirasak mengungkapkan, beberapa bidang di industri kesehatan yang merupakan pasar potensial seperti farmasi atau obat-obatan, jasa perawatan kesehatan, industri peralatan medis, laboratorium medis serta kosmetika.

Pada 2017, tambahnya, pasar untuk industri tersebut di Asia Tenggara senilai USD 684 juta, pada 2018 naik menjadi USD 757 juta dan pada 2019 diperkirakan USD 815 juta sementara pada 2021 diproyeksikan sebesar USD 981 juta atau dalam lima tahun naik rata-rata 7%.

Pasar terbesar masih diduduki Singapura yakni 40%, disusul Thailand 16%, Malaysia 10%, Vietnam 8% kemudian Indonesia 5% dan Filipina 6% pada 2017.

Sedangkan pada 2021 diperkirakan pangsa pasar industri kesehatan di lima negara tersebut naik menjadi 40% untuk Singapura, Thailand sebesar 21%, Vietnam 10%, Indonesia 9%, Malaysia 8% dan Filipina 7%.

Untuk itu, penyelenggara VNU Asia Pasifik Pameran Thailand LAB International berusaha untuk menangkap pasar ini dengan meningkatkan investasi di Laboratorium Ilmu Hayati & Medis melalui pameran.

Thailand LAB International 2019 adalah pameran dan konferensi untuk peralatan & teknologi laboratorium analitik.

Pada pameran yang ke 9 tahun ini telah meluncurkan area baru bernama Bio Investment Asia yang berfokus pada inovasi dan tren untuk Ilmu Hayati & Bioteknologi, Perawatan Kesehatan & Kebugaran, ujar Anucha Parnpichate, Head of Science & Technology Unit, VNU Exhibitions Asia Pacific.

Acara ini akan diadakan dari 25 – 27 September 2019 di EH102-104, BITEC, Bangkok, Thailand. Acara ini akan menyuguhkan berbagai macam peralatan dan teknologi laboratorium terbaru dari lebih dari 250 merek global di seluruh dunia.

Selain itu, berbagai konferensi yang mencakup banyak industri laboratorium terkait akan diadakan, seperti pembaruan tentang ISO / IEC 17025 untuk standar laboratorium, keamanan makanan, dan biofarmasi; informasi terkini tentang penyakit saat ini (ASF, Demam Berdarah); pengembangan ganja untuk medis, dan standar dalam laboratorium medis & klinis dan kesehatan digital.

“Tahun ini kami menargetkan mampu cetak transaksi senilai USD 20 juta dari ajang pameran ini,” ujar Anucha. Bantolo

Related articles

Recent articles