Industri makan dan minuman (mamin). (Ist)

Indonesia Pacu Ekspor Makanan dan Minuman Ke Afrika Selatan

Agrofarm.co.id-Guna meningkatkan kinerja ekspor makanan dan minuman Indonesia ke Afrika Selatan, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Johannesburg bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Pretoria mengikuti pameran Africa Big 7. Pameran makanan dan minuman terbesar di Afrika Selatan ini berlangsung pada 2325 Juni 2019 di Johannesburg, Afrika Selatan.

“Kami bangga produk Indonesia seperti mi instan Indomie dan santan kemasan Kara telah masuk pasar Afrika Selatan. Karena di sini tidak mudah bagi sebuah produk untuk diterima dengan baik oleh masyarakat. Kami akan terus memfasilitasi usaha berbagai perusahaan Indonesia untuk terus masuk ke Afrika, ujar Duta Besar RI di Pretoria Salman Al Farisi dalam keterangan resminya, Jumat (05/7/2019).

Pada Africa Big 7 ini, sebanyak 13 perusahaan asal Indonesia berpartisipasi di Paviliun Indonesia. Perusahaan tersebut yaitu PT Universal Indofood Product (UNIBIS), PT Mayora Indah, PT Golden Great Glorius, PT. Stanli Trijaya Mandiri, PT Dua Kelinci, PT Indofood Sukses Makmur, PT Artaboga (Orang Tua Group), PT Indraco Group, PT Danora Agro Prima, PT Kobe Boga Utama, PT Mulia Boga Raya (Prochiz), Kara Coconut, PT Access Digital Frontier (Indonesi@ccess).

“Paviliun Indonesia cukup menarik perhatian pengunjung. Hal tersebut karena desain yang menarik dan posisinya yang strategis. Kami harap, partisipasi Indonesia dalam pameran ini membuat masyarakat Afrika Selatan lebih mengenal Indonesia, khususnya produk makanan dan minuman Indonesia,” jelas Kepala ITPC Johannesburg Anggun Paramita Mahdi.

Pameran diikuti 234 perusahaan dari seluruh dunia dengan total pengunjung mencapai 5.983 orang yang terdiri dari buyers dan juga masyarakat umum. Selama tiga hari pameran, potensi transaksi yang diperoleh Indonesia mencapai sekitar USD 341.800.

Selain memperkenalkan dan menjaring distributor baru untuk produk- Indonesia, ITPC Johannesburg juga mempromosikan Trade Expo Indonesia ke-34.

“Apresiasi para pengunjung di paviliun Indonesia sangat luar biasa. Mereka menyukai produk-produk yang ditampilkan. Diharapkan upaya kali ini akan semakin memperkuat posisi produk makanan dan minuman Indonesia di Afrika Selatan,” ungkap Anggun.

Delegasi Komisi I DPR-RI yang sedang melakukan kunjungan kerja di Afrika Selatan juga berkesempatan untuk mengunjungi Paviliun Indonesia. Komisi I DPR RI mengapresiasi upayaupaya diplomasi ekonomi yang dilakukan oleh Pemerintah RI, dalam hal ini KBRI Pretoria dan ITPC Johannesburg, untuk diversifikasi tujuan ekspor ke pasar nontradisional seperti Afrika.

Berdasarkan data South African Revenue Services (SARS), total nilai impor Afrika Selatan dari Indonesia untuk produk makanan dan minuman pada tahun 2018 mencapai sebesar USD 19,5 juta. Dian