(Kiri ke kanan) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Managing Director Sinar Mas Saleh Husin, serta Direktur Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas Suhendra Wiriadinata membuka acara PAPERUN 2019. Anies Baswedan mengapresiasi acara ini karena dapat meningkatkan interaksi warga Jakarta, serta menggaungkan pentingnya minat baca dan daya baca.

Ribuan Peserta PAPERUN Charity Fun Run 5KBahu Membahu TingkatkanLiterasidi Daerah Pascabencana

Agrofarm.co.id-PAPERUN Charity Fun Run 5K (PAPERUN2019), ajang lari dengan misi sosial untuk mengajak masyarakat peduli terhadap literasi,kembali digelar hari ini dikawasanThamrin,Jakarta. Seperti penyelenggaraan edisi pertamanyapadatahun 2017 lalu, PAPERUN2019yang merupakan hasil kolaborasi antara Asia Pulp & Paper(APP)Sinar Mas bersama Harian Kompas berhasil mendapatkan animo positif dari masyarakat.

Lebih dari 2.000 masyarakat umum berpartisipasi dalamajang ini. Jumlahpeserta tahunini meningkatsekitar60% dari edisi pertamapada2017.Direktur Asia Pulp & Paper Sinar Mas Suhendra Wiriadinatamenyatakan bangga melihat adanya peningkatan jumlah peserta PAPERUN 2019 yang antusias bergotong royong meningkatkan tingkat literasi di tanah air.

Seluruh biaya pendaftaran dari PAPERUN 2019 ini akan didonasikan dalam bentuk buku ke68 rumah baca, khususnya di empat daerah pascabencanaNusa Tenggara Barat, Banten, Lampung, dan Sulawesi Tenggara, ungkapSuhendra. Sejalan dengan komitmen APP Sinar Mas untuk turut memajukan kehidupan masyarakat di mana kami beroperasi, kami tergerak untuk meningkatkan literasi Indonesia. Keempat daerah ini menjadi target utama donasi tahun ini karena kita perlu memulihkan keadaan infrastruktur, demi masa depan anak-anak di sana.

Menanggapi Suhendra,Managing Director Sinar Mas Saleh Husinmenambahkan, PAPERUN menjadi ajang yang baik bagi keluarga besar Sinar Mas dan masyarakat luas untuk saling bersilaturahmi, sekaligus menjalankan aktivitas sosial yakni memperkuat literasi di Indonesia dengan memperkaya ragam dan jumlah koleksi bahan bacaan di rumah baca atau perpustakaan.

KajianThe Worlds Most Literate Nationsoleh Central Connecticut State University Amerika Serikatmendeskripsikan, tingkat literasi suatu negara salah satunya dipengaruhi faktor infrastruktur pendidikan, termasuk perpustakaanberkualitas dan ketersediaan bukuberkualitas.Dalam kajian ini juga disebutkan Indonesia berada di peringkat kedua terendah dari 61 negara.Padahal, UNESCO dalam laporannya yang berjudulThe Social and Economic Impact of Illiteracymenyebutkan tingkat literasi rendahdapat berujungpada halnegatif,diantaranya kehilangan atau penurunan produktivitas,memengaruhikualitaskesehatanfisik maupun mental,menimbulkan kemiskinan hinggakriminalitas.

Membaca sangatlah penting bagi kemajuan bangsa.Namun masih banyak daerah-daerah di luar Jakarta yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan buku yang layak, apalagi di daerah pascabencana. Selain melalui biaya pendaftaran, peserta juga dapatlangsungmendonasikan buku-buku mereka yang masih layak dalamdrop boxyang tersedia diPAPERUN 2019, kataDirektur BisnisHarianKompasLukas Widjaja.

Figurpublik sekaligus penulis dan praktisi pendidikan Susan BachtiarmengapresiasimisiPAPERUN 2019. Sebagai guru, saya sangat memahami bahwa budaya membaca buku di Indonesia masih rendah. Bukan karena tidak tertarik membaca, tetapimemangbuku-buku edukatif berkualitas di daerah-daerah masih sangat terbatas. Padahal membacaadalah jendela dunia yangbisa memberikan pengaruh besar terhadap hidupseseorang,ujarSusan.

Sementara ituIbnu Jamil, aktor, presenter sekaligus pegiat olahragayang turut berpartisipasi dalam PAPERUN 2019menyatakan,Lari bagi saya adalah olahraga paling mudah tapi manfaatnya banyak. Bagi saya, sehat itu adalah investasi paling nikmat dari investasi apapun. Melaluiacara hari inisaya bisa sehat, berbagi keceriaan,tidak ketinggalanberkontribusi langsung terhadap masalah literasi.

PAPERUN 2019 diadakan masih dalam semangat memperingati Hari Satwa Langka dan Hari Buku Nasional yang sama-sama jatuh pada tanggal 17 Mei. APP Sinar Mas melihat korelasi penting antara tingkat literasi dengan tingkat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan kita. Oleh karena itu, dalam penyelenggaraannya hari ini PAPERUN 2019 juga mengingatkan masyarakat agar peduli terhadap konservasi satwa liar, terutama tiga satwa kunci Indonesia, yakni harimau, orangutan, dan gajah.

Hal ini ditunjukkan dengan adanya 30 pelari yang mengenakan kostum simbolis dari ketiga satwa ini. Selain itu, tersedia pulaKids Cornerinstalasi interaktifyang dapatmengedukasi anak-anaktentangkonservasitiga satwa tersebutsejak dini. irsa