Kepala Pusat Pelatihan BPPSDMP Kementan Arifin Cahya dalam Bincang Asik Seputar Pertanian Indonesia (Bakpia) di Cinagara Bogor/ist

2019, Kementan Targetkan Cetak 4.000 Kelompok Tani Santri Milenial

Agrofarm.co.id-Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menargetkan mencetak 4.000 kelompok tani santri milenial pada tahun 2019.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Pusat Pelatihan BPPSDMP Kementan Arifin Cahya dalam Bincang Asik Seputar Pertanian Indonesia (Bakpia) di Cinagara Bogor, Selasa (12/3/2019).

Dia mengatakan, mengajak petani maupun santri milenial terjun pada sektor pertanian saat ini menjadi tantangan Kementan.

“Untuk itu, dibuatlah program ini. Apabila tidak ada dorongan dari pemerintah, maka pemuda tidak tertarik terjun di bidang pertanian,” tandasnya.

Bustanul menerangkan, Kementan membuat terobosan dengan melakukan modernisasi pertanian. Kemudian, melakukan pelatihan dan bimbingan teknis sesuai dengan kebutuhan ank-anak muda. Pada akhirnya aksesibilitas produk pertanian akan perbaiki ke depannya.

“Ini tidak mudah , namun kami yakin adanya modernisasi pertanian dan melakukan pendampingan melalui pelatihan-pelatihan kepada ank-ank muda bisa mencetak santri dan petani milenial. Selain itu, meberikan bantuan alat agar mereka tertarik ke pertanian dan menjadi entrepreneur muda,” katanya.

Dia menargetkan, sebanyak 4.000 kelompok santri mileal akan mendapat pelatihan dari BPPSDMP Kementan pada tahun ini. “Semua kebutuhan anak muda disesuaikan dengan potensinya, apakah tertarik dengan peternakan atau pangan. Ini akan kita beri bantuan sarana dan prasarana produksi,” bebernya.

Bustanul mencontohkan pemberian ayam secara gratis ke santri dapat meningkatkan pendapatan. Saya berharap santri milenial lainnya tertarik terjun ke sektor pertanian. Potensinya besar untuk menghasilkan produksi pangan maupun peternakan.

Dia menambahkan, pihaknya akan memberikan pelatihan dan modal berupa 500 ekor ayam per kelompok tani santri milenial agar kesejahteraan mereka meningkat.

Menurutnya, Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) menjadi ujung tombak dalam melaksanakan pelatihan-pelatihan kepada petani milenial pada tingkat pedesaan.

Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Wisnu Wasesa Putra mengungkapkan, eran dari balai pelatihan, termasuk P4S untuk menyiapkan sumber daya manusia.

“Santri Millenial bukan hanya diberikan bantuan tetapi juga bimbingan teknis yang dilakukan di lapangan,” jelasnya.

Kemudian, setelah bimbingan teknis dilakukan pendampingan dan pengawalan. “Kita ada evaluasi pasca bimtek. Lalu ada bimbingan lanjutan dimana peserta dimbimbing sampai berhasil,” tambahnya. Bantolo