14.2 C
New York

Awal Tahun 2019, Harga CPO Mulai Merangkak Naik

Published:

Agrofarm.co.id-Industri sawit mulai bangkit dari keterpurukan karena rendahnya harga CPO global yang mencapai harga rata-rata terendah sejak Agustus 2006. Harga CPO global mulai merangkak naik, harga CPO global pada Januari 2019 bergerak di kisaran USD 520 542.50 per metrik ton dengan harga rata-rata USD 530,7 per metrik ton.

Hal itu dikatakan Mukti Sardjono Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dalam keterangan resminya, Jumat (01/3/2019).

Sebelumnya pada Desember 2018 harga CPO global bergerak di kisaran USD 470 507,50 dengan harga rata-rata USD 490,5 per metrik ton. Harga yang mulai bergeliat ini dipengaruhi stok minyak sawit Indonesia dan Malaysia yang mulai menipis dan permintaan pasar global yang mulai bergeliat.

Adapun data GAPKI bulan Januari 2019, stok minyak sawit Indonesia bertengger di 3,02 juta ton atau turun 7% dibandingkan Desember 2018 lalu sebesar 3,26 juta ton.

Mukti mengatakan, perluasan mandatori biodiesel 20% (B20) kepada non-PSO sejak diberlakukan September 2018 terus berjalan secara konsisten dengan trend yang cenderung meningkat.

“Pada awal tahun ini, penyerapan biodiesel di dalam negeri mencapai 552 ribu ton atau naik 9% dibandingkan Desember 2018 yang hanya mencapai 507 ribu ton,” jelasnya.

Di awal tahun 2019 ini Pemerintah berencana untuk melakukan uji coba pencampuran B30, diharapkan hasil uji coba B30 ini dapat mengakselerasi program mandatori B30 sehingga penyerapan minyak sawit di dalam negeri dapat digenjot lebih tinggi.

Mukti mengungkapkan, program mandatory biodiesel ini selain menghemat pengeluaran negara untuk impor solar dapat juga menggenjot harga minyak sawit global akibat pengurangan pasokan ke pasar global.

“Hal ini juga membuat Indonesia menjadi lebih kokoh dalam ketahanan energi dan tidak perlu lagi bergantung kepada negara tujuan ekspor yang menerapkan berbagai persyaratan yang berat,” ujar Mukti. Bantolo

Related articles

Recent articles