Peternakan sapi lokal. (Ist)

Hijauan Pakan Berkualitas dan Inseminasi Buatan Tingkatkan Produktivitas Ternak Sapi

Agrofarm.co.id- Untuk meningkatkan produktivitas sapi, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mendorong para peternak untuk membudidayakan pemberian Hijauan Pakan Ternak (HPT) yang berkualitas pada ternaknya.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) I Ketut Diarmita saat menghadiri pertemuan tahunan para peternak sapi yang tergabung dalam komunitas Kabinet Sapi di Kawasan Wisata Tawangmangu, Karanganyar Provinsi Jawa Tengah.

Pertemuan dengan mengangkat tema Peningkatan Produktivitas Ternak Dengan Hijauan Berkualitas dihadiri oleh perwakilan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Karanganyar, Para Peternak Sapi Seluruh Indonesia yang tergabung dalam Komunitas Kabinet Sapi.

Pada kesempatan tersebut I Ketut Diarmita menyampaikan, berdasarkan hasil survey Struktur Ongkos Usaha Peternakan 2017 (SOUT 2017), biaya pakan dalam usaha sapi potong 58,91%, dari 58,91% biaya pakan tersebut, 46,39% adalah biaya Hijauan Pakan Ternak (HPT).

Ia katakan bahwa akibat dari pemberian pakan yang kurang, baik dari segi kuantitas (jumlah) maupun kualitasnya dapat menyebabkan produktivitas ternak rendah.

Untuk itu, Ditjen PKH telah memfasilitasi penyediaan benih/bibit hijauan pakan ternak di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen PKH, yaitu Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) dan melalui Dinas yang menangani fungsi peternakan dan kesehatan hewan di daerah.

Fasilitasi penyediaan hijauan pakan berkualitas melalui kegiatan Penanaman dan Pengembangan Tanaman Pakan Berkualitas (GERBANG PATAS) dengan pendanaan APBN juga telah dilakukan oleh Ditjen PKH. Kegiatan ini untuk mengakomodir upaya penyediaan hijauan pakan berkualitas di berbagai daerah sehingga asupan pakan untuk ternak dapat terjamin baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.

“Dengan upaya penyediaan hijauan pakan berkualitas sudah dilakukan di beberapa daerah, kita berharap dapat meningkatkan produksi dan produktivitas ternak, sehingga akan berdampak positif pada upaya swasembada daging sapi dan kerbau di Indonesia”, ucap I Ketut dalam keterangan resminya, Minggu (24/02/2019).

Ia juga berharap pemberian pakan berkulitas dapat berjalan secara berkesinambungan sehingga dapat membentuk budaya di tingkat peternak.

“Mari kita bersama-sama untuk menanam dan mengembangkan HPT berkualitas, agar produktivitas ternak meningkat, sehingga lompatan populasi dapat tercapai,” imbaunya.

Lebih lanjut I Ketut jelaskan bahwa untuk menjamin ketersediaan hijauan pakan yang berkualitas, diperlukan penanaman tanaman pakan introduksi yang memiliki keunggulan nutrisi seperti rumput unggul dan leguminosa. Jenis rumput unggul antara lain rumput gajah, rumput raja, rumput odot, untuk jenis leguminosa antara lain indigofera, lamtoro, gamal.

“Saat ini sudah mulai berkembang unit usaha komersialisasi HPT, karena kecenderungan penggunaan HPT berkualitas tinggi/complete feed meningkat di bisnis penggemukan/feedlot, pembibitan sapi potong dan sapi perah, sehingga bisnis HPT dipandang lebih menguntungkan dan mempunyai peluang yang bagus dengan meningkatnya permintaan ekspor HPT ke Timur Tengah, Korea dan Filipina.

Selain pemberian hijauan pakan berkualitas, I Ketut Diarmita mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi Inseminasi Buatan (IB) juga menjadi prioritas Pemerintah dan pemerintah daerah untuk penyebaran bibit unggul ternak. Kegiatan optimalisasi reproduksi tersebut menjadi fokus utama bagi jajaran Direktorat Jenderal melalui pencanangan Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting, yang lebih dikenal dengan UPSUS SIWAB yang mulai dilaksanakan tahun 2017 sampai 2019 ini dan akan dilanjutkan pada tahun 2020.

“Melalui penerapan teknologi IB, kita harapkan ada peningkatan mutu genetik dan juga memperkaya genetik ternak yang ada,” kata Diarmita.

Saat ini salah satu upaya yang sedang diupayakan Pemerintah adalah memperbaiki kualitas bibit ternak asli Indonesia seperti sapi Bali, Sumba Ongole dan lain-lain. Selain itu, juga pengembangan ternak unggul Belgian Blue yang saat ini masih dalam proses uji coba kelayakan pemeliharaannya di masyarakat,” tambahnya.

“Saya berharap semangat para peternak yang tergabung dalam Kabinet Sapi ini harus terus dikembangkan, dan teruslah berkarya untuk memajukan bangsa”, ujar Diarmita.

“Saya berharap forum ini dapat memberikan kontribusi penting terhadap percepatan peningkatan populasi sapi/kerbau nasional sebagaimana ditargetkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan Swasembada Daging Sapi di tahun 2026,” pungkasnya. Bantolo