Anak usaha Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group, PT Inti Sawit Lestari (ISL) melaksanakan program Integrasi tanaman padi dengan kelapa sawit/ist

Bersama Masyarakat, BGA Lakukan Integrasi Sawit dengan Padi

Agrofarm.co.id-Anak usaha Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group, PT Inti Sawit Lestari (ISL) melaksanakan program Integrasi tanaman padi dengan kelapa sawit. Hal ini sejalan dengan program pemerintahan (Kementerian Pertanian) untuk memberikan pendapatan alternatif bagi petani plasma.

Adapun program ini melalui Dempot (Demontration Plot) Padi di Desa Lalang Panjang dan Desa Pengatapan Raya sebagai lokasi areal plasma dan target penerapan.

Program Integrasi Kelapa Sawit dilakukan oleh PT ISL bekerjasama dengan Pusat Pengkajian Pertanian Terpadu (PKPT) Instiper Yogyakarta dan Distanakbun Kabupaten Ketapang dengan areal lahan Plasma Lalang Panjang seluas 2 hektare (ha) areal sawit (1 ha tanaman padi) dan Inti BBNE Div.1 Blok H15 seluas 2 ha Areal sawit (0,6 ha tanaman padi).

Menurut Manguhal Nikolas Sitompul selaku PIC CSR wilayah 10 mengatakan, Program Integrasi Demplot Padi merupakan bentuk kerjasama antara PT ISL dengan Pusat Pengkajian Pertanian Terintegrasi (PKPT) Instiper Yogyakarta.

“Melalui kerjasama tersebut diharapkan dapat terciptanya hubungan yang sinergi antara kebutuhan PT ISL untuk mencari solusi kepada para petani plasma dan demi terpenuhinya kebutuhan tim PKPT Instiper, tidak lupa untuk kebutuhan kepentingan penelitian integrasi tanaman pangan padi dengan kelapa sawit,” ujar Niko.

PKPT Instiper sepenuhnya memimpin program demplot tersebut mulai dari teknis persiapan lahan dengan memperhatikan areal tanaman kelapa sawit, pengadaan benih, pupuk, pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (IHPT), dan penunjang teknis lainnya sampai pemanenan padi.

PT ISL berperan sebagai pendukung utama dalam program ini, diantaranya menyediakan areal, mendukung kebutuhan teknis lapangan seperti penyediaan tenaga kerja, meskipun masih tentative.

Selain itu, pembuatan embung, instalasi air sederhana, supply air ke areal demplot, pembuatan pondok, plang nama, kerjasama dengan Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (Distanakbun) untuk penyediaan mesin traktor guna mempersiapkan lahan, tanam hingga panen, dan lain sebagainya.

Program ini sudah dimulai sejak Maret 2018 yaitu tahapan perencanaan dan pemilihan areal (lokasi) demplot padi. Untuk Demplot di areal plasma persiapan lahan dimulai sejak April 2018 hingga akhir April 2018 sudah mulai dilakukan penanaman, dan diperkirakan panen yakni pada akhir Juli 2018 sedangkan untuk demplot di areal inti persiapan lahan dimulai pada awal Mei 2018.

Sementara itu, penanamannya baru dilakukan pada akhir Mei 2018, kemudian diperkirakan panen memasuki akhir Agustus 2018.

Demplot padi yang berada di areal plasma sudah memasuki bulan ketiga sejak ditanam. Jika dilihat secara fisik, maka sudah memasuki masa pematangan padi yang diperkirakan akan dapat dipanen pada akhir Juli 2018. Untuk demplot padi di inti sudah memasuki bulan kedua setelah tanam. Sementara saat ini masih dalam fase vegetative yang belum munculnya biji padi.

Beberapa warga sekitar menyambut gembira karena terlibat sebagai petani plasma peserta replanting. Beberapa diantara mereka sebagian besar sangat bersemangat menantikan hasil dari demplot ini. Mereka sangat berharap dapat turut serta nantinya dalam program integrasi tanaman padi dengan kelapa sawit supaya dapat menutupi kebutuhan hidup mereka yang sebelumnya bergantung pada hasil tanaman kelapa sawit.

Sementara sebagian kecil masih berpikir pesimis terhadap hasil dari demplot ini, dikarenakan memang demplot ini dilaksanakan diluar musim tanam atau berladang sebab untuk di kawasan Kalimantan musim tersebut terdapat pada bulan September hingga oktober. Pada rentang bulan tersebut curah hujan tinggi dan masyarakat secara serentak mulai berladang sehingga dapat meminimalisir serangan hama.

Hasil produksi dari padi yang ditanam pada program yang dilaksanakan dengan cukup matang ini adalah padi dengan kualitas calon benih yang baik. Untuk itu, hasil dari demplot padi tersebut direncanakan akan dibeli oleh perusahaan dan akan dipergunakan untuk Program Binaan Kelompok Tani padi, baik yang integrasi dengan areal kelapa sawit maupun di areal persawahan.

PT ISL juga tidak lupa turut mendirikan pondok yang diberi nama Pondok Pakawit (Padi Kelapa Sawit). Tujuannya agar masyarakat sekitar yang datang kelokasi dapat berdiskusi dan tanya jawab langsung terkait program padi tersebut seperti bagaimana cara pengolahan tanah yang baik, cara menanam dan merawat tanaman padi yang baik sesuai jenis tanah, ataupun pertanyaan pertanyaan lain yang terkait dengan budidaya tanaman.

Kemudian pada beberapa kesempatan juga, tim dari PKPT Instiper berpartisipasi langsung dalam melakukan pembinaan di sawah atau ladang masyarakat untuk memberikan solusi dan teknis yang baik secara langsung kepada petani.

Program percobaan integrasi tanaman pangan padi di areal kelapa sawit kedepannya diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk masyarakat petani sawit yang telah mengikuti program replanting. Sedangkan bagi yang belum mengikuti replanting mereka masih sangat bergantung pada penghasilan dari tanaman kelapa sawit. Adv