Agrofarm.co.id-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, impor beras yang mencapai 1,8 juta ton tahun 2018 lalu hal itu terkait masalah produksi.
“Kalau produksi memang tidak cukup ya harus ditutup dengan kegiatan impor, karena kalau enggak harganya pasti akan naik. Inilah fungsi Bulog,” tegas Presiden dikutip, Kamis (10/1/2019).
Ditegaskan Presiden Jokowi, pemerintah harus menjaga keseimbangan. Jangan sampai petani senang, masyarakat enggak senang. Jangan sampai, sambung Presiden, masyarakat senang, petaninya enggak senang.
“Kita menjaga keseimbangan, stok ini menjaga keseimbangan agar harga-harga itu betul-betul terkendalikan dengan baik,” terang Presiden.
Mengenai rendahnya serapan Bulog, Presiden menjelaskan, karena ini belum panen raya. Ia menyebutkan, dilakukannya operasi pasar juga dimaksudkan agar stok di Bulog semakin berkurang, sehingga pada saat panen raya nanti serapan Bulog terhadap beras dari gabah dari petani itu bisa dilakukan secara besar-besaran. Bantolo
