Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar memberikan pemaparan kinerja industri manufaktur nasional pada Jumpa Pers Akhir Tahun 2018 di Jakarta/nat

Peningkatan Kinerja Industri Hilir Sektor Agro Ciptakan Lapangan Kerja

Agrofarm.co.id-Kementerian Perindustrian dalam paparan Kinerja Sektor Industri Tahun 2018 Dan Proyeksi Pertumbuhan Industri Tahun 2019 menyatakan bahwa terdapat penambahan investasi kelapa sawit pada 2018 sebesar USD 1,2 miliar, dengan rasio ekspor bahan baku CPO dan CPKO per September 2018 adalah 80 banding 20. Ini berarti ekspor produk hilir kelapa sawit Indonesia telah mencapai 80%.
“Untuk mandatory B-20, pertumbuhan pasar domestik produk hilir minyak sawit adalah 6,5%, sedangkan untuk pasar ekspor produk pangan dan biofuel kelapa sawit tumbuh 7,4%,” tutur Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam pemaparan kinerja industri manufaktur nasionalpada Jumpa Pers Akhir Tahun 2018di Kemenperin, Jakarta, Rabu (19/12/2018),
Tercatat juga konsumsi biodiesel FAME 20% menyentuh angka yang tinggi, mencapai 3,62 juta kilo liter, atau memenuhi 92% dari target volume 3,92 kilo liter. Saat ini kapasitas terpasang pabrik biodiesel nasional sebesar 12,75 juta kilo liter, dengan utilisasi hingga 6,2juta kilo liter.
Kalau kita lihat segmentasinya, 80% itu sudah produk hilir. kemudian konsumsi biodiesel sudah 3,62 juta. dan target tahun depan ini meningkat menjadi 6,1 juta ton. Tenaga kerja di sektor ini secara tidak langsung sudah 32.000, di luar sektor industrinya, di luar perkebunan, rangkum Airlangga.
Sedangkan untuk industri pengolahan kakao, saat ini telah ada 11 pabrik kakao beroperasi dengan kapasitas terpasang 747.000 ton. Adanya kenaikan ekspor selama Januari-September 2018 sebesar 19% untuk produk cocoa butter, dan 18% untuk cocoa powder, kakao Indonesia tercatat surplus sebesar USD 770 juta. Kakao Indonesia menggeliat naik dengan utilitas dari 59% (2017) menjadi sekitar 61% (2018).
Kinerja industri gula pun diperkirakan akan semakin manis pada 2019 dengan adanya tiga pabrik gula baru yang sedang dalam proses pembangunan di 2018. Ketiga pabrik tersebut adalah; Rejoso Manis Indo (berkapasitas 15.000 TCD di Blitar, Jatim) dengan Investasi Rp 2,6 triliun, Muria Sumba Manis (berkapasitas 12.000 TCD di Sumba Timur, NTT) dengan investasi Rp 9,5 triliun, dan Pratama Nusantara Sakti (berkapasitas 8.000 TCD di OKI, Sumsel) dengan investasi Rp 4,06 triliun.
Semakin meningkatnya sektor perindustrian telah membawa peluang bagi terbukanya lapangan kerja. Jumlah tenaga kerja industri dalam 5 tahun terakhir mengalami kenaikan. Total yang bekerja di sektor industri di tahun 2018 ada 18,25 juta orang. Artinya program untuk penciptaan lapangan pekerjaan di sektor industri terus meningkat, tutur Airlangga. nat/irsa