Kemenkominfo) memberikan bantuan alat komunikasi kepada asosiasi pasar lelang cabe, petani Puncak Merapi/ist

Kemenkominfo Dukung Penerapan Digitalisasi Pasar Lelang Pertanian

Agrofarm.co.id-Kementerian Pertanian (Kementan) bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memberikan bantuan alat komunikasi kepada asosiasi pasar lelang cabe, petani Puncak Merapi.

Bantuan ini berupa smartphone untuk membantu komunikasi pasar lelang yang menghubungkan 10 titik pengumpulan dengan pusat pasar lelang cabe di Sleman.

Penyerahan alat komunikasi kepada asosiasi pasar lelang cabe di Sleman ini dihadiri oleh Dirjen Aptika Kemenkominfo dan Biro Perencanaan Kementan. Acara ini merupakan bentuk dukungan Kemenkominfo terhadap digitalisasi pertanian di era industri 4.0.

Kemenkominfo berupaya mendorong digitalisasi pertanian untuk meningkatkan peran petani di era digital dan memberi peningkatan pendapatan bagi petani.

“Kemenkominfo menekankan perlunya petani berpartisipasi dalam dunia digital khususnya e-commerce dengan menjaga kepercayaan konsumen dengan menjaga mutu dan kepastian harga produk,” ucap Dirjen Aptika Kemenkominfo, Samuel Abrijani Pangarepan dalam keterangan resminya, Minggu (23/12/2018).

Menyadari pentingnya pertanian mengarah ke era digitalisasi, Kementan menginisiasi penjualan dengan model pasar lelang. Penjualan melalui pasar lelang dinilai lebih menguntungkan.

Sejak diinisiasinya sistem lelang cabai ini pada akhir tahun 2017, harga yang diterima para petani menjadi jauh lebih layak. Sistem penentuan harga menjadi jauh lebih transparan karena para petani dapat mengetahui harga pasar yang terjadi sesungguhnya.

Kementan menginisiasi terbentuknya industri pertanian di era digital ini salah satunya dengan pembentukan pasar lelang komoditas secara digital untuk komoditas cabai khususnya dan komoditas pertanian pada umumnya.

“Ini sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di petani serta memotong rantai pasok. Petani akan menikmati harga tertinggi dari penawar yang ada,” ujar Suwandi Dirjen Hortikultura Kementan.

Dia mengatakan, ini solusi soft system memberi perlindungan ke petani untuk jaminan pasar dan kepastian harga.

Manfaat lainnya adalah, petani menerima cash and carry, tercipta one region and one price, pasar adil dan transparan, memotong rantai pasok. Dampaknya adalah terciptanya stabilitas harga di konsumen,” tambahnya.

Dirinya berharap bila nanti pasar lelang sudah berjalan rutin, cakupan wilayah dan komoditasnya perlu diperluas. Pemerintah akan memfasilitasi berikut bangsal dan perlengkapannya. Termasuk sarana teknologi informasi online untuk pengiriman data, laporan dan penyebarannya.

“Bahkan setelah berkembang pasar lelang, nantinya dikenalkan pola e-commerce, penjualan online, pola resi gudang sayuran dan bentuk pasar lainnya yang lebih efisien, praktis dan up to date,” jelasnya.

Kementan memfasilitasi pembentukan pasar lelang di berbagai sentra dan secara bertahap akan mengintegrasikannya ke dalam suatu sistem pasar lelang nasional sehingga mampu membentuk jaringan pasar baru yang dapat mengangkat kesejahteraan petani.

“Kementan dan Kemenkominfo akan bersinergi membangun sistem pasar lelang digital pada 2019 untuk segera merealisasikan digitalisasi pemasaran produk pertanian,” jelas Kabag Kebijakan dan Program, Biro Perencanaan Kementan, Prayudi Syamsuri. Bantolo