Jajaran Direksi PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP)/ist

Kuartal III 2018, UNSP Catat Penjualan Rp 1,1 Triliun

Agrofarm.co.id-PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) berhasil membukukan nilai penjualan sebesar Rp 1,1 triliun sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2018. Ini didasari pada laporan keuangan 30 September 2018 yang dirilis Rabu 31 Oktober 2018. Penjualan ini ditopang dari komoditas sawit dengan nilai penjualan Rp 0,8 triliun dan komoditas karet Rp 0,3 triliun.

“Sesuai siklus tahunan, produksi sawit biasanya mencapai puncak di semester kedua setiap tahun. Optimalisasi produktivitas pabrik, juga dilakukan dengan pembelian sawit dari petani yang tidak memiliki pabrik sekaligus membantu kesejahteraan mereka,” kata Direktur & Investor Relations UNSP, Andi W. Setianto dalam keterangan resminya, Jumat (30/11/2018).

Perseroan terus bekerja keras melakukan serangkaian program revitalisasi perkebunan dan fasilitas produksi untuk menjaga produktivitas kebun inti sawit dan karet, ditengah pelemahan harga komoditas CPO (Crude Palm Oil) dunia di sembilan bulan pertama 2018 serta diskon harga jual CPO domestik akibat kebijakan CPO Fund Pemerintah memungut USD 50 per ton CPO untuk insentif program biodiesel nasional.

Andi mengungkapkan, harga komoditas CPO terus melemah dari level bulanan USD 670 per ton CIF Rotterdam di Januari hingga ke level USD 540 di September 2018.

“Perseroan mengikuti protokol RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) and ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) yang menjunjung tinggi prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutan, diantaranya kebijakan zero-burning (tanpa membakar) dalam melakukan kegiatan perkebunan,” paparnya.

Bibit Unggul

Perseroan juga telah melakukan inovasi melalui pengembangan bibit unggul yang menghasilkan produksi buah sawit lebih banyak dengan luasan lahan kebun yang sama.

Saat ini produktivitas sawit nasional hanya sekitar 3 ton CPO per hektar per tahun, dimana dengan bibit unggul Perseroan potensi produktivitas bisa meningkat menjadi sekitar 8 ton CPO per hektar per tahun setelah program peremajaan (replanting).

Produktivitas bibit unggul Perseroan bisa menghasilkan 40 ton buah sawit per hektar dan ekstraksi CPO nya 25%, atau sekitar 10 ton CPO per hektar per tahun, sesuai hasil lapangan bibit unggul Perseroan yang sudah disertifikasi. Dengan bibit unggul, luas lahan kebun tidak perlu bertambah, menghasilkan produksi CPO berlipat ganda yang meningkatkan lagi produksi biodiesel untuk ketahanan energi nasional.

Perseroan melihat bibit unggul dan program peremajaan sawit rakyat petani dengan total luasan lahan sekitar 4 juta hektar sebagai kunci kesejahteraan petani dan produktivitas sawit yang berkelanjutan untuk ketahanan pangan dan energi nasional.

Direktur Utama UNSP, Bayu Irianto menambahkan, strategi peningkatan produktivitas berkelanjutan yang sedang dilakukan akan lebih banyak lagi dirasakan dampak positifnya dalam jangka menengah dan panjang.

“Melanjuti fokus peningkatan produktivitas kebun dan pabrik, kami akan lanjutkan dengan langkah konkrit peningkatan produktivitas aset lainnya dan perbaikan struktur permodalan. Kami optimis, dalam jangka menengah dan panjang nanti perusahaan ini akan kembali bangkit menemukan momentum yang terbaik menjadi salah satu perusahaan perkebunan yang memiliki fundamental bisnis yang kuat,” katanya. Bantolo