Telur ayam ras/ist

Kementan : Harga Telur Ayam di Indonesia Lebih Murah daripada Malaysia

Agrofarm.co.id-Kementerian Pertanian (Kementan) menilai harga telur ayam ras di Indonesia baik di tingkat peternak maupun di pasar-pasar konsumen lebih murah ketimbang di negara Malaysia.

Berdasarkan data Laporan Harga Harian di tingkat produsen dari Lembaga Otoritas yang mengatur Pemasaran produk Hasil Pertanian di Malaysia melalui situs resmi Federal Agricultural Marketing Authority (FAMA) http://www.fama.gov.my dan direct link harga http://www.fama.gov.my/en/web/pub/harga-pasaran-terkini dapat dilihat bahwa harga rata-rata telur ayam ras di tanggal 22 November untuk tingkat peternak 38 RM per 100 butir telur. Jika dikonversi ke Rp per kilogram (kg) dengan asumsi 1 kg telur sama dengan 17 butir, maka rata-rata senilai Rp 22.513 per kg.

Sedangkan untuk tingkat konsumen, FAMA menginformasikan harga per butir telur seharga 0.43 RM atau Rp25.475 per kg.

“Hal ini menggambarkan bahwa jika dibandingkan dengan harga telur ayam ras di negara tetangga seperti Malaysia, sesungguhnya harga komoditas telur tidak berbeda jauh dengan harga telur di Indonesia,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan I Ketut Diarmita dalam keterangan resminya, Sabtu (24/11/2018).

Menurutnya, berdasarkan laporan dari Petugas Pelayanan Informasi Pasar (PIP) di daerah, tercatat di Minggu ke-II November 2018 harga telur di Indonesia rata-rata berada di kasaran Rp 19.209 per kg. Dimana terjadi kenaikan sebanyak 1,58% dibandingkan dengan rata-rata Minggu ke-II bulan sebelumnya yaitu harga Rp18.909.

“Harga ini sudah sesuai dengan Harga Acuan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah,” ungkapnya. Ia katakan bahwa Harga Acuan Pembelian di tingkat Petani yang diatur oleh Kementerian Perdagangan melalui Permendag No 96 tahun 2018, yaitu dengan kisaran Rp 18.000/kg hingga Rp 20.000/kg.

“Selama satu bulan ini harga telur di tingkat peternak di 14 wilayah Provinsi sudah mulai merangkak naik setelah sebelumnya mengalami kondisi rendahnya rata-rata harga pada bulan Oktober di tingkat produsen sebesar Rp 18.909 dan konsumen Rp 22.040,” jelasnya.

Berdasarkan hasil monitoring harga dari petugas Pelayanan Informasi Pasar (PIP) pada tanggal 23 November 2018 rata-rata harga telur ayam ras di tingkat peternak sudah mencapai Rp 19.963 per kg. Sedangkan pada tingkat konsumen hasil pencatatan dari Situs PIHPS Bank Indonesia tercatat per tanggal 23 November 2018 harga telur sebesar Rp 23.150 per kg.

“Ini dapat kita simpulkan bahwa harga telur ayam ras di Indonesia baik di tingkat peternak maupun di pasar-pasar konsumen masih sedikit dibawah harga di pasar Malaysia,” ungkapnya.

Sementara itu, Fini Mufiani selaku Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan mengatakan, berdasarkan pantauan harga dari para petugas PIP, secara detil harga di 3 sentra utama telur pada tanggal 23 November tercatat di tingkat peternak, harga rata-rata di Provinsi Jabar Rp 20.190 per kg lebih tinggi sedikit, Jateng Rp 19.760 per kg sudah sesuai dan Jatim Rp. 19.360 per kg masih sesuai dibanding dengan Harga acuan Permendag 96/2018 adalah Rp 18.000 hingga Rp 20.000.

“Sedangkan harga rata-rata pada tingkat konsumen di Provinsi Jabar Rp 22.650 per kg lebih rendah, Jateng Rp 22.177 per kg lebih rendah, dan Jatim Rp 21.667 per kg masih lebih rendah dibanding dengan Harga acuan Permendag 96/2018 adalah Rp. 23.000 per Kg,” kata Fini.

Menurutnya, hal ini perlu diluruskan, agar peternak dan konsumen, serta masyarakat umum tidak terombang ambing oleh pemberitaan yang tidak seimbang. Bantolo