16.8 C
New York

Minamas Plantation Kembali Resmikan Program Desa Mandiri Cegah Api di Kalteng

Published:

Agrofarm.co.id-Salah upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Minamas Plantation melalui anak perusahaannya PT Teguh Sempurna (PT.TSA) dan PT Kridatama Lancar (PT.KLR) menandatangani nota kesepakatan dengan Universitas Palangka Raya sebagai partner dalam menjalankan program Desa Mandiri Cegah Api berbasis desa di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).

Adapun 5 desa yang mendapatkan pendampingan program tersebut adalah desa Ayawan, desa Sukamandang, desa Kapuk, desa Sahabu dan desa Pantap yang berada di dalam dan bersinggungan langsung dengan areal perkebunan Minamas Plantation di wilayah kabupaten Kotawaringin Timur dan dan kabupaten Seruyan.

Program ini dilaksanakan oleh para peneliti dan team ahli bersama tenaga pendamping, melalui kegiatan pendampingan dengan cara hidup bersama di tengah-tengah masyarakat, mengidentifikasi faktor-faktor sosial ekonomi yang memaksa mereka melakukan pembakaran lahan setiap tahun dan mengevaluasi pendekatan yang paling tepat untuk diterapkan di wilayah bersangkutan.

“Tujuannya adalah untuk merumuskan pendekatan jangka panjang dalam memperbaiki mata pencaharian masyarakat di sekitar kebun dan berbagi pengalaman tentang best practices dalam sustainable agricultural management tanpa membakar lahan,” kata Rektor Universitas Palangka Raya – Dr. Andrie Elia Embang, SE, M.Si.

CEO Region Kalimantan Barat dan Tengah Jeffry Faizal Kamaruddin mengatakan, kerjasama Minamas Plantation dengan Universitas Palangka Raya ini akan mengurangi kebiasaan membakar dalam membuka lahan hingga turun secara signifikan di lima desa tersebut.

“Masyarakat desa juga akan memperoleh ilmu baru tentang pola menanam dengan sistem zero burning, pemetaan dan pembuatan peta desa serta pembuatan aturan-aturan desa, dan nantinya akan diterapkan oleh kelompok-kelompok desa yang sudah terbentuk. Para pendamping dari Universitas Palangka Raya juga akan terus memastikan adanya peningkatan keterlibatan dan pemahaman masyarakat desa mengenai praktik-praktik perkebunan berkelanjutan,” jelas Jeffry dalam siaran persnya, Senin (29/10/2018).

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif program yang telah dilakukan Minamas Plantation. Dengan sistem yang baru ini, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak lagi dilakukan sendiri-sendiri seperti selama ini. Perusahaan ikut bertanggung jawab membina desa-desa di sekitar konsesi untuk mencegah dan tidak melakukan pembakaran,” tambah Asisten Deputi Tata Kelola Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Prabianto Mukti Wibowo.

Hingga saat ini, program DMCA telah memberdayakan sekitar 24 (dua puluh empat) desa di daerah Sumatera dan Kalimantan Selatan, yang manfaat programnya sudah dirasakan sejak dimulai pada tahun 2015. Penerima manfaat berjumlah hampir 55.525 jiwa dengan luas area mencakup 102.616 ha.

Selain itu, perusahaan juga terus memantau situasi yang berlangsung di seluruh lokasi perusahaan dengan seksama. Pemantauan dilakukan setiap hari melalui system Plantation Location Intelligent Universal Management (PLATINUM) dengan menggunakan data-data dari satelit pada titik panas di peta area konsesi untuk dapat mendeteksinya dengan cepat.

Seluruh titik api yang terdeteksi dalam radius 5 Km akan segera dilaporkan kepada pihak berwenang dan prosedur yang sama juga diterapkan dalam standar operasional perusahaan.

Komitmen pengawasan api sejauh radius 5 Km ini merupakan komitmen yang dibuat oleh Sime Darby induk perusahaan Minamas Plantation dalam acara RT 13 di Kuala Lumpur, sebagai salah satu bentuk komitmen jangka panjang Kami untuk mewujudkan daerah bebas kebakaran hutan maupun lahan dimanapun Kami beroperasi.

Wakil Duta Besar Malaysia Zamshari Shaharan dari Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta. Zamshari mengungkapkan, Komitmen Minamas Plantation terkait program pencegahan kebakaran lahan ini, merupakan bentuk nyata kerjasama antara swasta, pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparatur, akademisi dan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran lahan.

Pada tahun 2017, Minamas Plantation juga bergabung dengan Fire-Free Alliance (FFA) untuk bekerja sama dengan para mitra, juga bersama-sama menanggulangi permasalahan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. FFA merupakan sebuah wadah di mana para pemangku kepentingan yang terdiri dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan perusahaan swasta saling berbagi ilmu, informasi terkait langkah langkah untuk mencegah dan mengatasi ancaman kebakaran hutan serta lahan.

Dalam menjalankan operasionalnya, Minamas Plantation selalu melakukan upaya konkret untuk memastikan tata kelola perkebunan yang sangat memperhatikan aspek lingkungan dan mengedepankan prinsip pengelolaan perkebunan sawit yang berkelanjutan serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani. Bantolo

Related articles

Recent articles