Pasokan jaagung di Jawa Timur melimpah/bimo

Stok Melimpah, Pemerintah Tidak Perlu Impor Jagung

Agrofarm.co.id-Berdasarkan data produksi jagung nasional di tahun 2017 mencapai 27,95 juta ton. Jumlah itu tumbuh 18,55 persen dibanding tahun sebelumnya, dan mampu menghentikan keran impor jagung. Provinsi Jawa Timur menyumbang kontribusi terbanyak dengan 6,18 juta ton.

Sementara itu berdasarkan angka Percepatan Pengolahan Data (PPD) Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) sampai Agustus 2018, produksi jagung di Jawa Timur sekitar 6,5 juta ton. Jumlah itu belum termasuk panen raya yang akan berlangsung pada pertengahan November 2018 nanti.

Melihat angka tersebut sepertinya pemerintah tidak perlu melakukan impor jagung untuk memenuhi kebutuhan nasional. Hal itu juga didukung dengan hasil pengamatan Agrofarm di beberapa lahan petani dan gudang milik pengumpul besar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Para petani mengaku jika hasil produksi tahun 2018 ini sangat baik. Pengumpul juga sudah memenuhi kebutuhan konsumen dari perusahaan pakan dan peternakan di Jawa Timur serta daerah lainnya.

Adi, Kepala Seksi Produksi Pangan dan Hortikultura Kabupaten Jombang mengatakan, Kabupaten Jombang ada kurang lebih 39.000 hektare lahan Jagung yang siap panen, dengan produksi mencapai 10 sampai 11 ton per hektar. “Untuk kebutuhan Jawa Timur itu sekitar 4 juta ton atau sekitar 25 persen saja, sisanya dikirim ke daerah lain di luar Jawa Timur,” papar Adi, Minggu (14/10/2018) .

Sementara itu Ahmad Mujiono, Penyuluh Pertanian Kecamatan Mojoagung mengatakan, hasil produksi Jagung di Kabupaten Jombang ini sesuai dengan yang diharapkan. Ia mewakili para petani berharap pemerintah jangan melakukan impor, karena akan kesulitan dalam menjual hasil panennya.

“Impor itu menguntungkan satu pihak saja, petani bisa susah kalau pemerintah impor. Karena Jawa timur ini boleh dibilang salah satu lumbung pangan nasional,” tambahnya.

Saeran, salah satu pengepul dari KUD Guna Mulia Kabupaten Jombang mengatakan, setiap hari gudangnya masuk 75 ton jagung. Dan setiap harinya mengirimkan 55 ton jagung ke beberapa perusahaan pakan ternak dan juga peternak lokal.

“Saya dlsudah melakukan kontrak dengan perusahaan swasta, saya mengirimkan 500 ton per 20 hari. Selama ini saya selalu memenuhi kebutuhan mereka. Kalau tidak terpenuhi saya kena pinalti. Dan bersyukur jika selama ini stoknya selalu ada dan tidak pernah kosong,” terangnya.

Dari data Agrofarm terima, luas lahan jagung di Kabupaten Lamongan 40.970 hektar. sementara itu Kabupaten Tuban memikiki luas 112.504 hektar.

Sementara kebutuhan jagung untuk pabrik pakan, peternak dan lainnya per tahun sekitar 15 juta ton. “Angka itu setahun dan untuk pabrik pakan dan peternak serta lainnya. Kalau pabrik pakan sendiri jumlahnya di Indonesia ada sekitar 80,” papar Kasie intensifikasi Jagung direktorat Serealia, Armen Sri Gemala.

Data yang telah disebutkan menunjukan jika stok jagung di Jawa Timur aman, sehingga pemerintah tidak perlu impor untuk memenuhi kebutuhan nasional. Bimo