21.2 C
New York

Produksi Padi, Jagung dan Kedelai Terus Meningkat

Published:

Agrofarm.co.id-Kementerian Pertanian (Kementan) memperkirakan produksi padi, jagung dan kedelai (pajale) pada tahun ini surplus.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Sumarjo Gatot Irianto mengatakan, produksi pajale pada angka ramalan (Aram) I 2018 lebih tinggi ketimbang angka tetap (Atap) 2017.

Produksi padi terrtinggi atau puncak produksi 2018 di bulan Maret sebesar 12,42 juta ton gabah kering giling (GKG) dengan luas panen 2,3 juta hektare (ha). Sedangkan produksi terendah pada Januari 2018 sebanyak 4,01 juta ton GKG dan luas panen 799.890 ha.

“Data produksi ini bukan berasal dari Kementan, namun BPS. Kita lihat hasilnya produksi pangan terus meningkat,” ujar Gatot dalam konferensi pers di Gedung Ditjen Tanaman Pangan, Senin (1/10/2018).

Sementara itu, produksi jagung tertinggi pada bulan Februari 2018 sebesar 4,29 juta ton pipilan kering (PK) dengan luas panen859 ribu ha. Produksi terendah diperkirakan pda November 2018 sebanyak 1,52 juta ton PK dan luas panen 247.306 ha.

Lalu produksi puncak kedelai pada April 2018 sebesar116,02 ribu ton biji kering (BK) dengan luas panen 82,7 ribu ha. Produksi terendah diperkirakan pada Desember 2018 sebanyak 39.497 ton dengan luas panen 27.428 ha.

Untuk itu, dalam upaya peningkatan produksi pajale, Kementan melakukan penyediaan benih seluas 6.788.210 ha. Untuk benih padi inbrida sebanyak 3,3 juta ha, jagung 2,8 juta ha, kedelai 546 ribu ha dan padi hibrida 100.000 ha.

Selain itu, mengalokasikan kegiatan dem area budidaya tanaman sehat (BTS) padi tahun ini seluas 23.000 ha dan area penanggulangan dampak perubahan iklim seluas 1.000 ha. “Kegiatan ini guna meningkatkan produktivitas padi,” jelas Gatot. Bantolo

Related articles

Recent articles