14.2 C
New York

Kementan Akan Membangun 10 Polbangtan

Published:

Agrofarm-Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) bakal membangun 10 Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan).

Kepala BPPSDMP Kementan Momon Rusmono mengatakan, salah satu upaya membangun regenerasi pertanian yakni melakukan transformasi pendidikan vokasi pertanian, dari Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) menjadi Polbangtan.

Menurutnya, hal ini didasari pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi bahwa penyelenggara pendidikan vokasi harus berorientasi atau mengubah kelembagaannya yang semua sekolah tinggi menjadi Politeknik.

Atas dasar itu, Kementan telah mengusulkan ke ementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang berorientasi pada pengembangan program studi. “Semula STPP hanya memiliki tiga program studi yaitu penyuluhan pertanian, peternakan dan perkebunan,” ujar Momon di kantornya, Senin (10/9/2018).

Akan tetapi, menjadi Polbangtan dikembangkan menjadi 13 program studi yang berorientasi pada ilmu pertanian terapan. Adapun program studi tersebut adalah penyuluhan pertanian berkelanjutan, penyuluhan perkebunan presisi, teknologi produksi tanaman perkebunan, penyuluhan peternakan dan kesejahteraan hewan.

Selanjutnya, agribisnis hortikultura, kesehatan hewan, mekanisasi pertanian, teknologi benih, teknologi pakan ternak, produksi ternak, agribisnis peternakan, budidaya hortikultura, dan budidaya ternak.

Adanya Polbangtan akan mengubah tujuan pendidikan. Sebelumnya STPP berorientasi meningkatkan kompetensi para penyuluh. “Namun Polbangtan tujuan pendidikan untuk menumbuhkan wirausaha muda di sektor pertanian atau job creator,” jelas Momon.

Dia menambahkan, metode pembelajaran menggunakan teaching factory yakni model pembelajaran dalam suasana sesungguhnya (tempat kerja) untuk menumbuhkan kemampuan kewirausahawan peserta didik yang dibutuhkan oleh dunia usaha industri guna menghasilkan produk yang sesuai dengan tuntutan pasar atau konsumen.

“Sekitar 30 persen teori dan 70 persen praktik lapangan dengan berorientasi menghasilkan wirausahawan muda bidang pertanian,” ujar Momon.

Dia mengakui, peminat Polbangtan cukup luar biasa sebanyak 20 ribu pendaftar. dari angka tersebut, sebanyak 12 ribu calon mahasiswa yang mengikuti tes administrasi dan sebanyak 1.300 orang yang diterima secara nasional sebagai mahasiswa baru. “Targetnya dalam empat hingga lima tahun mendatang bisa terima mahasiswa baru sebanyak 3.500 mahasiswa,” katanya.

Enam STPP yang beralih menjadi Polbangtan adalah STPP Medan, STPP Bogor, STPP Magelang, STPP Malang, STPP Gowa dan STPP Manokwari. Transformasi ini telah ditetapkan pada Permentan Nomor 25 Tahun 2018 Tentang OTK Polbangtan.

Selain itu, BPPSDMP juga tengah mengupayakan tiga Sekolah Menengah Kejuruan Penyuluh Pertanian (SMK PP) di Sumbawa (NTB), SMK PP Kupang (NTT) dan SMK PP Banjarbaru (Kalimantan Selatan) ditingkatkan statusnya menjadi Polbangtan.

Satu lagi kerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertaian (Balitbangtan) mengembangkan Politeknik Enjineering Pertanian Indonesia (PEPI) di Serpong sebagai satu satuan dengan Balai Besar Mekanisme Pertanian. “Targetnya pada 2020 akan dibangun 10 Polbangtan,” jelasnya.

Launching Polbangtan akan dilakukan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada 18 September 2018 di Bogor. Bantolo

Related articles

Recent articles