Mitra Ogan Gandeng KBI Tingkatkan Produksi CPO

Agrofarm- Guna pengembangan usaha di bidang industri kelapa sawit dan meningkatkan produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), PT Perkebunan Mitra Ogan melakukan penandatanganan Kerjasama Kemitraan Penjaminan Produksi Minyak Kelapa Sawit dengan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) (KBI).

Direktur Utama PT Perkebunan Mitra Ogan Fikri Al Ansor menyampaikan, selain sebagai bentuk Sinergi BUMN, tujuan kerja sama ini untuk memberikan kepastian pendanaan kepada PT Perkebunan Mitra Ogan guna meningkatkan skala bisnis dan produktivitas CPO.

“Pada tahun buku 2018 ditargetkan produksi CPO perusahaan sawit yang berbasis di Provinsi Sumatera Selatan tersebut mampu menembus 47.516 ton, atau ditargetkan meningkat 245,9 % dibanding produksi tahun 2017 yang berada di posisi 13.736 ton,” kata Fikri dalam siaran persnya, Kamis (31/5/2018).

Hal tersebut seiring dengan target peningkatan produksi Tandan Buah Segar (TBS) Pada tahun 2018 di angka 124.825 ton atau meningkat sebanyak 25,27 % dari tahun sebelumnya sebesar 99.641 ton. “Melalui peningkatan produksi tersebut kami mematok nilai penjualan di angka Rp 473 miliar,” ungkapnya.

Menurtnya, kerjasama kemitraan tersebut akan menyentuh beberapa aspek strategis, seperti pembenahan kebun existing melalui pemupukan dan perawatan tanaman yang sesuai dengan kultur teknis pemeliharaan secara normal.

“Selain itu, juga menyasar pembenahan infrastruktur, berupa perawatan jalan dan jembatan di lingkungan kebun Karang Dapo yang akan mempermudah pengangakutan TBS dari kebun ke pabrik serta pemeliharaan pabrik dalam upaya peningkatan rendemen dan mutu CPO dan palm kernel,” terangnya.

Fikri mengatakan, penjaminan pendanaan juga diperuntukan bagi pembelian TBS dari kebun plasma dan pihak ke-3 untuk pemenuhan kapasitas pabrik. “Guna memenuhi kebutuhan pendanaan, sinergi BUMN menjadi prioritas, dalam hal ini kami menggandeng PT KBI yang telah dikenal memiliki reputasi baik sebagai penjamin penyelesaian transaksi komoditas dan keuangan,” ungkapnya.

Struktur sinergi pendanaan dilakukan melalui sistem dana talangan dengan target kreditur lembaga keuangan. Adapun plafond yang ditetapkan sebesar Rp 50 miliar dengan jangka waktu 1 tahun dan jaminan melalui kontrak jual beli antara Mitra Ogan dengan pembeli yang difokuskan pada produk CPO.

Fikri berharap, sinergi ini dapat mempercepat upaya pembenahan Mitra Ogan melalui pencapaian yang lebih baik di tahun 2018 seiring dengan terus membaiknya produktivitas industri sawit di Tanah Air. Berdasarkan data Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), produksi CPO nasional pada semester 1 tahun ini mencapai 19 juta ton, atau naik 5,56 % dibanding produksi semester 1 tahun sebelumnya sebesar 18 juta ton. Bantolo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *