Agrofarm-Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengatakan, pihaknya terus mendukung peningkatakan kesejahteraan petani baik melalui inovasi teknologi maupun pengamanan stok pangan.
Dia pun mengapresiasi tim satgas pangan yang telah mengidentifikasi pelaku-pelaku utama yang menimbun atau memainkan harga pangan.
“Kita kolaborasi dengan BULOG baik untuk pengembangan maupum jaminan atas ketersediaan pangan. Orang-orang seperti itu (mafia pangan) harus dikasi pelajaran. Kalau sampai gak bisa saya sendiri bisa (membasmi mafia pangan),” kata Moeldoko di sela acara Agriculture and Food Forum (ASAFF) di di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (30/6/2018).
Dia menambahkan, negara-negara yang memiliki tingkat pertanian maju pasti mempunyai high inovation. Sementara itu, petani di Indonesia mayoritas masih tradisional. “Untuk itu, perlu pendekatan teknologi yang dibudayakan agar petani terbiasa menggunakan teknologi,” ujar Moeldoko.
Dia mengatakan, sekitar 60 persen penduduk miskin berada di sektor pertanian. “Maka itu peningkatan pendapatan petani menjadi penting,” jelasnya.
Moeldoko menyebutkan, HKTI telah merilis benih varietas unggul padi M70D, varietas i mampu panen 70hari dan produksinya mencapai 8 ton per hektar. Kemudian varietas M400 yang produktivitas padi sekitar 9 ton per hektar.
Selain itu,katanya, pihaknya berencana melepas benih kentang dengan produktivitas tinggi mencapai 30 ton per hektar, sedangkan rata-rata nasional sebesar 15 ton per hektar.
Diharapkan dengan adanya transformasi budaya teknologi maupun pengetahuan, petani kita bisa semakin mandiri dan sejahtera. “Perlahan-lahan petani dapat meninggalkan cara-cara tradisional menuju pada pertanian modern,” terangnya. Bantolo
