Sekretaris Jenderal HKTI, Mayjen TNI (Purn) Bambang Budi Waluyo (tengah)/ist

HKTI Dorong Inovasi Teknologi Pertanian

Agrofarm-Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mendorong inovasi teknologi di bidang pertanian guna menarik kaum muda terjun ke sektor ini.

Sekretaris Jenderal HKTI, Mayjen TNI (Purn) Bambang Budi Waluyo mengungkapkan, pihaknya mendorong pengembangan inovasi teknologi pada sktor pertanian. Ini penting guna menarik minat generasi milenial terjun ke bidang pertanian.

“Melalui ajang Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) kita ingin melihat petani muda kedepan tidak harus turun langsung ke lapangan, namun cukup via online,” ujar Bambang di sela acara ASAF di di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (29/6/2018).

Dia mengatakan, HKTI aan memproduksi drone (pesawat tanpa awak) untuk pertanian. Drone ini berfungsi untuk penyemprotan pupuk dan pestisida. “Jadi untuk membasmi hama dan kelola tanah pakai drone,” jelasnya.

Bambang menuturkan, drone ini mampu mengangkat beban hingga 20 kilogram. Sedangkan durasi terbangnya bisa mencapai waktu 45 menit. “Diharapkan pada Juli atau Agustus tahun ini drone bisa langsung diaplikasikan di lapangan,” katanya.

Dia menambahkan, penggunaan alat modern di sektor pertanian ini dapat mengurangi biaya produksi di tingkat petani. “Diperkirakan 50-70 persen cost akan terkurangi,” ujar Bambang.

Ketua Panita (Organizing Committee) ASAFF 2018, Mayjen (Purn) Winston P Simanjuntak mejelaskan, dalam pengembangan inovasi teknologi pertanian HKTI sudah membangun kerjasama dengan universitas.

Winston mengatakan, pihaknya telah menghasilkan benih varietas unggul padi M70D, M400 dan drone pertanian. Bantolo