Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman/ist

Kementan Genjot Luas Tambah Tanam dan Optimalisasi Alsintan

Agrofarm-Guna meningkatkan produksi padi, Kementerian Pertanian (Kementan) akan menambah Luas Tambah Tanam (LTT) pada Oktober 2017 hingga Maret 2018.

Hal tersebut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat memimpin Rapat Koordinasi Gabungan Percepatan Serap Gabah Petani (Sergap), Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan (OPA), dan Luas Tambah Tanam (LTT) 2018 di Kantor Kementan, Selasa, (5/6/2018).

Mentan menyampaikan, sejumlah langkah telah dipersiapkan untuk mendorong LTT agar bisa menggenjot produksi padi nasional. Berdasarkan data, hingga Mei 2018 LTT sudah mencapai 72,69%. Namun demikian, Amran belum cukup puas, karena menurutnya masih banyak daerah yang LTTnya masih rendah dan tidak mencapai target, hanya 75,45%.

Untuk itu Amran menyatakan, bagi provinsi atau kabupaten yang tidak mencapai target akan dilakukan langkah penting salah satunya adalah mengevaluasi kinerja dan jabatan Pj Upsus Pusat yang bertugas di wilayah tersebut.

“Jika perlu, alokasi anggaran semester kedua Tahun 2018 bagi provinsi atau kabupaten yang kinerjanya rendah akan dialihkan ke provinsi atau kabupaten lain,” tegas Amran.

Beberapa upaya percepatan yang harus dilakukan adalah mencari lahan yang baru panen, beras, yang belum diolah. Amran meminta koordinasi dilakukan dengan Dinas Pertanian, Kodim, Penyuluh, Koramil/Babinsa dan menggerakkan mahasiswa STPP dan alumni agar segera mendistribusikan alsintan dan mengolah lahan.

Amran juga menyoroti realisasi OPA khususnya untuk bulan Mei 2018 yang masih perlu didorong. Dalam catatannya, hingga pada bulan tersebut pemanfaatannya masih 74.04%, atau lebih rendah dari capaian Mar-Apr 18. “Dorong terbentuknya Brigade Kecamatan dan UPJA serta mobilisasi traktor, combine harvester, optimalkan pemanfaatan pompa air pada lokasi yang kekurangan air,” jelasnya.

“Untuk upaya percepatan, agar Penanggungjawab (Pj) Upsus Provinsi, Kadistan Provinsi, Danrem agar memerintahkan Tim LTT Kabupaten agar mengidentifikasi potensi tanam, sumber air, rencana tanam dan saprotan. Dinas Pertanian segera eksekusi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) ke Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dan harus segera ditanam. Optimalkan pemanfaatan benih dan saprotan,” beber Amran.

Amran juga menyoroti realisasi OPA khususnya untuk Bulan Mei 2018 yang masih perlu didorong. Dalam catatannya, hingga pada bulan tersebut pemanfaatannya masih 74.04%, atau lebih rendah dari capaian Maret-April 2018.

“Dorong terbentuknya Brigade Kecamatan dan UPJA serta mobilisasi traktor, combine harvester, optimalkan pemanfaatan pompa air pada lokasi yang kekurangan air. Memanfaatkan sumber dana pola Yarnen atau lainnya, misal dari Dana Desa, Bumdes dan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan realisasi Sergap Januari hingga Mei 2018 juga dinilai masih rendah. Realisasi sampai dengan Mei 2018, sebesar 258.111 ton. Tim Sergab diminta agar bekerja maksimal pada lokasi panen dengan target menyerap minimal 15% dari produksi gabah di setiap wilayah. Bantolo